Harga Tanah Rp4 Miliar, Baru Terbayar Rp100 Jt. Simak Curhat Pemilik Lahan TTP Wollangi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Harga Tanah Rp4 Miliar, Baru Terbayar Rp100 Jt. Simak Curhat Pemilik Lahan TTP Wollangi

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemilik lahan proyek Taman Teknologi Pertanian (TTP) Wollangi, di Desa Wollangi, Kecamatan Barebbo, H Darwis angkat bicara. Pengusaha lokal ini menyatakan dirinya tak pernah diberitahu soal pembangunan TTP di atas lahan miliknya.

Lahan seluas 19 hektar yang menjadi lokasi proyek TTP Wollangi ternyata milik H Darwis. Hanya saja, Darwis sudah menjual lahan tersebut seharga Rp4 miliar. Namun demikian, H Darwis tetap mengklaim tanah tersebut tetap miliknya. Mengingat pihak pembeli baru menyerahkan pembayaran sebesar Rp100 miliar. Karenanya, Darwis menyatakan keberatan ada proyek besar yang dibangun di atas lahannya tanpa ada pemberitahuan kepadanya sebagai pemilik sah.

“Sebenarnya harga tanah yang sudah kami sepakati Rp4 M bukan Rp5 M. Namun baru Rp100 juta dilunasi. Saya tentu siap dengan cara kekeluargaan apakah dalam waktu dekat dia (pembeli) mau melunasi pembelian ataukah mengembalikan tanah ke saya kemudian selesai,” kata Darwis saat ditemui RADAR BONE di kediamannya di Jl Sukawati, Kamis, 27 April lalu.

Lebih H Darwis mengingatkan jika tak ada penyelesaian pembayaran secepatnya terhadap perjanjian jual beli tersebut, maka dirinya akan mengajukan gugatan hukum. “Kalau itu tidak dilakukan kami akan tempuh jalur hukum. Saya juga punya anak pengacara di Jakarta bisa bersurat ke presiden menanyakan apakah bisa bangunan milik negara berdiri di atas tanah warga. Sebenarnya anak saya sudah lama mau bawa ini ke ranah hukum cuman saya tahan dulu siapa tau ada niat baik dari pihak pembeli,” katanya.

Mengenai adanya bangunan yang berdiri diatas lahan miliknya. Darwis menyatakan dirinya tidak pernah diberitahu oleh pihak Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel

“Saya keberatan kenapa tanah saya dibanguni sementara tidak pernah ada pemberitahuan. Nanti setelah saya jalan-jalan ke sana baru lihat sudah ada bangunan. Padahal dalam kesepakatan jual beli dengan pembeli tidak pernah bahas bangunan,” tambahnya.

Darwis mengaku heran dengan tindakan pihak Kementerian Pertanian yang berani membangun TTP di atas lahannya tanpa izin dirinya.

“Itu juga pertanian mau ditanya kenapa membangun? Siapa yang kasi tanah? Apakah dia beli atau hibah kalau dibeli siapa yang jual. Kalaupun hibah buktikan siapa yang kasi,” tanya H Darwis.
Sebagai bukti bahwa dirinya pemilik sah lahan tersebut, H Darwis mengakui dirinya masih membayar pajak PBB pada 2016 lalu.

“Kalau sertifikatnya dipinjam sama yang beli. Katanya mau digunakan untuk pencairan uang di bank. Namun sampai saat ini belum juga dikembalikan,” terangnya.

Mengenai penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bone, Darwis menyatakan mendukung. Dia malah berharap agar segera dituntaskan.

“Saya sudah pernah dipanggil sama pak kajari untuk menjelaskan semua tentang tanah. Dan saya siap dipanggil kembali untuk menjelaskan fakta-fakta kalau memang dibutuhkan,” ujarnya.
H Darwis menegaskan dirinya memiliki bukti kepemilikan lahan seluas 19 ha tersebut berupa sertifikat tujuh lembar.

“Saya sudah terdaftar di pertanahan ada tujuh sertifikat semua dari total 19 hektar tanah. Foto copy sertifikatnya masih ada saya simpan dan sebagian saya serahkan ke kejaksaan,” tutupnya.

*

Click to comment
To Top