Hasil Panen Anjlok, Harga Jual Jagung di Bone Rendah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Hasil Panen Anjlok, Harga Jual Jagung di Bone Rendah

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Petani mengeluhkan kualitas bantuan bibit jagung yang disalurkan pemerintah. Demi mendapatkan hasil panen yang melimpah, petani pun memilih membeli bibit yang berkualitas, meski harus ditebus dengan harga tinggi.

Petani jagung di Desa Mulamenre’E, Kecamatan Ulaweng mulai tak melirik bantuan bibit jagung yang disalurkan pemerintah.
Maklum, bibit jagung merek Pertiwi yang diterima petani kualitasnya tidak bagus. Selain hasil panen turun, harga jual jagung dari bibit Pertiwi tersebut juga dihargai rendah di pasaran.

Ketua Kelompok Tani Lestari Desa Mulamenre’E, Kecamatan Ulaweng, Sukarman mengatakan bantuan bibit Jagung merek Pertiwi yang diterima kelompoknya membuat pihaknya merugi.

“Tahun kemarin kami mendapat pembagian bibit jagung merek Pertiwi, namun hasilnya sangat merugi.
Dulu kami dapat memperoleh 12 ton per hektar. Namun tiga bulan lalu kami panen hasilnya sangat turun drastis. Kami hanya dapat panen sekira 5 ton per hektarnya,” ungkap Sukarman.

Tak ingin mengalami kerugian yang berulang, kata Sukarman petani pun melirik bibit bermutu bagus yang banyak dijual di pasaran.
Meski harganya terbilang mahal dibanding bibit bantuan pemerintah, namun hasilnya kelak diyakini lebih menguntungkan.

“Saya heran karena banyak sekali merek bibit yang bagus beredar. Ada NK, kapal terbang. Namun yang disayangkan kami dapat merek Pertiwi. Banyak anggota kelompok tani saya, termasuk kelompok tani lain lebih memilih membeli bibit di luar yang bermerek NK 99. Walaupun memerlukan modal besar, namun jika dikali dengan untungnya sangat menjanjikan,” bebernya.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Unding. Warga Desa Palongki, Kecamatan Tellu Siattinge ini juga berharap bantuan bibit jagung unggul, bukan seperti yang diterima beberapa waktu lalu. “Rata-rata yang tanam bibit merek Pertiwi tahun ini merosot sekali hasilnya. Bisa-bisa setengah dari hasil panen tahun lalu,” ungkapnya.

Unding juga berharap agar bibit yang diberikan kepada petani adalah bibit unggul, bukan bibit baru yang terkesan diujicoba. “Kalau bisa bantuan itu, jangan bibit baru terus. karena saya dengar-dengar bibit merek Nusantara lagi yang mau keluar. Itu juga merek baru. Kalau bisa satu merek saja yang keluar, tapi kualitasnya unggul sehingga petani bisa merasakan hasilnya,” jelasnya seraya mengungkapkan, jika bibit unggul yang diberikan, maka petani tak membeli lagi bibit di luar.

Informasi yang dihimpun dari petani, bibit merek Pertiwi di pasaran dihargai Rp50 ribu perkilogram. Kemudian bibit mereka NK 99 Rp75 ribu perkilogram dan merek Kapal Terbang Rp70 ribu perkilogram. Meski agak mahal, petani lebih memilih bibit yang dinilai unggul, demi mendapatkan hasil panen yang melimpah, ditambah hasil penjualan yang menjanjikan.

Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir Muhammad Risal mengatakan penyaluran bantuan bibit jagung dilakukan oleh penyalur yang telah ditunjuk.  “Kalau ada kelompok tani yang komplain karena jenis bibit yang diberikan berbeda, kemungkinan mereka tidak paham. Karena jenis bibit jagung yang diperuntukkan kepada poktan banyak jenisnya dan memang tidak bisa diberikan bibit yang sama,” jelas Risal saat ditemui RADAR BONE, Jumat, 22 September lalu.

Menurut Risal pengadaan bibit jagung dilakukan pemprov dan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, kata dia hanya mengajukan permintaan bantuan bibit.

“Bantuan bibit bukan pemerintah kabupaten yang belanja, tapi kami di kabupaten hanya menerima saja bantuan tersebut.
Karena provinsi dan pusat yang menyiapkan sesuai dengan permintaan dari kabupaten,” paparnya.

*

Click to comment
To Top