Hentikan Pungli Penerimaan Ijazah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Hentikan Pungli Penerimaan Ijazah

Biaya Penamatan SDN 284 Labuaja Dikeluhkan

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Biaya penamatan siswa di  SD Negeri 284 Labuaja Kecamatan Kahu dikeluhkan orangtua siswa. Siswa di sekolah ini tak hanya dibebani biaya administrasi surat keterangan hasil ujian (SKHU) dan ijazah yang berlebihan. Siswa juga diminta membawa beras empat liter dan satu ekor ayam untuk konsumsi acara penamatan. Salah seorang orangtua siswa, Mustari membeberkan beban biaya yang diminta pihak sekolah. Selain dinilai berlebihan, penarikan biaya tersebut juga tak pernah dibicarakan dengan orangtua siswa.
”Bayangkan saja, anak kami disuruh bawa beras 4 liter, ayam 1 ekor, ditambah uang Rp200 ribu untuk biaya rekreasi,” tutur Mustari kepada RADAR BONE, Selasa 24 Mei lalu.
Terkhusus untuk biaya administrasi penamatan, lanjut Mustari meliputi biaya foto copy SKHU Rp10.500, pembuatan SKHU Rp42.000, foto copy ijazah Rp21.000, Press Ijazah Rp42.000 hingga penulisan ijazah mencapai Rp280.000
Selaku orangtua dirinya sa-ngat menyayangkan pembebanan biaya tersebut kepada siswa. Padahal, kata dia semuanya bisa didanai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Saya tidak setuju dengan permintaan pihak sekolah, karena selain memberatkan kami, apalagi saat ini sudah ada dana BOS yang bisa membiayai penulisan, foto copy ijazah siswa,” ungkap orangtua tersebut.
Kepala SDN 284 Labuaja, Arsyad yang dikonfirmasi RADAR BONE melalui sambu-ngan telepon, Rabu, 24 Mei lalu membenarkan adanya pungutan pembayaran kepada siswa yang tamat. Namun demikian, Arsyad menegaskan pembayaran tersebut tidak bersifat paksaan. “Kalau memang orangtua siswa tidak bisa, kami tidak paksakan dan kami tidak akan mengaitkan dalam pengambilan ijazah. Dan Insya Allah, saya tidak akan mempersulit penandatanganan ijazahnya,” paparnya.
Arsyad juga mengaku me-ngetahui peruntukan dana BOS yang dikelola. “Dulu waktu saya menjabat di Kajuara tidak ada aturan seperti itu, ternyata nanti setelah saya di sini, baru ada aturan tersebut. Akan tetapi, biaya Rp200 ribu ini sudah ditetapkan, baru ada sosialisasi mengenai hal itu. Mengingat ini sudah terlanjur, maka nanti tahun depan kita berlakukan dengan menggunakan dana BOS,” tandasnya.
Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs Budiman, MPd yang mengatakan tindakan Kepala SDN 284 Labuaja yang menarik biaya administrasi ijazah dari siswa adalah tindakan keliru. “Itu sudah pungutan, saat ini sudah ada dana BOS, dimana di dalam juknis BOS ada biaya yang mengatur terkait penggandaan. Jadi tidak boleh lagi ada pungutan kepada siswa terkait ijazah. Maka dari itu, saya minta kepada Kepala SDN 284 Labuaja agar uang yang sudah ditarik dari siswa dikembalikan,” tegasnya.
Terkait acara rekreasi yang juga membebani siswa biaya Rp200 ribu ditambah beras dan ayam, Budiman mengharapkan agar tidak dipaksakan kepada seluruh siswa.
“Jangan sampai kegiatan itu justru memberatkan orangtua siswa. Hal seperti itu, harus dibicarakan lebih dulu. Jangan diputuskan secara sepihak. Itu tidak boleh, apalagi sampai memaksakan,” paparnya.

Most Popular

To Top