Imbas Pilkada, Oknum Lurah Di Bone Tolak Layani Relawan Koko – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Imbas Pilkada, Oknum Lurah Di Bone Tolak Layani Relawan Koko

RADARBONE.CO.ID—Pilkada telah usai. Namun intrik politik pasca hajatan demokrasi tersebut masih memanas. Ini tidak lepas dari perolehan suara kolom kosong (Koko) yang cukup signifikan. Salah satunya di Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Di wilayah ini, Koko berhasil mengalahkan perolehan suara pasangan Tafa’dal (HA Fahsar-H Ambo Dalle). Koko meraih 10.486 suara sementara Tafa’dal hanya meraih 10.093 suara.

Sejumlah warga yang mendukung kolom kosong, mengeluhkan pelayanan di kantor kelurahan. Salah satunya, Iriany Nurdin. Warga Jalan Gunung Rinjani Kelurahan Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Barat itu, mengaku sudah beberapa kali mendatangi kantor kelurahan untuk mendapatkan tanda tangan lurah.

Iriany mengaku sedang mengurus kelengkapa berkas pencalegkannya. “Saya sudah tiga kali datang ke kantor lurah, namun berkas saya tidak kunjung ditandatangani. Pertama itu, saya mau titip, tapi bilang stafnya disana, janganmi dititip karena tidak ada pak lurah (HA Sahabuddin). Hari kedua saya datang, pak lurah lagi-lagi tidak dikantor. Makanya saya paksakan berkas saya untuk dititip di kantor lurah,” ujarnya kepada RADAR BONE, Kamis 12 Juli 2019.

Iriany, khusus datang ke redaksi RADAR BONE, untuk mengadukan pelayanan di kantor kelurahan itu. “Tadi (Hari ketiga) saya datang, lagi-lagi belum ditanda tangan. Padahal kata salah satu stafnya, pak lurah adaji masuk kantor sebelum berangkat ke Makassar. Tiba-tiba, ada salah satu staf yang teriak ke saya, katanya berkas saya tidak mau ditandatatangani, karena kotak kosong menang di Jeppe’e,” ujarnya mengeluhkan pelayanan di kantor lurah itu.

Merasa dirugikan dengan pelayanan di kantor kelurahan itu, Iriany mengancam akan mengadukan hal ini ke ombudsman

Lurah Jeppe’e, HA Sahabuddin yang dikonfirmasi RADAR BONE membantah jika pihaknya enggan memproses berkas yang diajukan warganya tersebut.

“Kita punya SOP (Standar Operasional Pelayanan). Bagaimana saya mau tandatangani, kalau tidak sesuai prosedur. Harusnya ambil dulu pengantar di lingkungan,” ujarnya.

“Selain tidak ada pengantar kepala lingkungan, warga ini juga langsung-langsung dan menakut-kuti pegawai kami,” terangnya. “Mengaku keluarga Abraham Samad, dia meminta pegawai kami memproses secepatnya berkasnya,” ujar Sahabuddin membela.

Terpisah, Pj Bupati Bone, Ir HA Bakti Haruni mengancam akan memberi sanksi jika terbukti lurah tersebut mempersulit warganya.

“Pemerintah tidak boleh diskriminatif. Pemerintah itu harus amanah,” tegas Bakti.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top