Ini Ancaman Hukuman Dokter Gadungan Yang Diciduk Polres Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Ancaman Hukuman Dokter Gadungan Yang Diciduk Polres Bone

PENULIS : HERMAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Dokter kecantikan gadungan, Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha bersama rekannya Riani alias Rini harus bersiap-siap masuk bui dalam waktu lama. Penyidik menerapkan pasal dalam Undang-undang Praktik Kedokteran. Keduanya terancam lima tahun penjara.
“Yang bersangkutan dikenakan Pasal 77 dan 78 Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” tegas Iptu Pahrun, Kasat Reskrim Polres Bone.

Diberitakan sebelumnya, korban dokter kecantikan gadungan bermunculan. Mereka mendatangi Polres Bone untuk melaporkan dugaan pelanggaran dokter palsu tersebut.
Setelah korban, CE melaporkan sepak terjang Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, dokter gadungan yang ditangkap oleh satuan Reserse Kriminal Polres Bone bersama rekannya Riani alias Rini, Rabu dinihari, 20 Februari lalu. Kini muncul korban lain berinisial NS. Wanita berhijab ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bone, Jumat, 22 Februari lalu untuk memberikan laporan serupa.

Kepada petugas SPK, wanita ini mengaku tak hanya dirugikan secara materi, tapi juga secara fisik. Bagian tubuhnya yang ‘Dipermak’ oleh tersangka bukannya semakin menunjukkan bentuk indah, melainkan bertambah buruk “Saya sudah bayar sebesar Rp4,8 juta untuk suntikan pada wajah. Malah wajah saya jadi hitam lebam akibat suntikannya,” terang NS.
Tak berbeda dengan korban lain. NS juga berharap kedua tersangka mendapatkan hukum setimpal, karena perbuatannya.
Pihak Polres Bone menyatakan tak main-main dengan kasus ini.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi menegaskan, tak ada penangguhan penahanan bagi kedua tersangka. Baik tersangka dokter gadungan, Emha maupun rekannya, Rini. Pernyataan kapolres ini sekaligus menampik isu yang beredar, bahwa salah satu tersangka ditangguhkan penanahannya.
Kadarislam menyatakan kedua tersangka telah ditahan di rutan Mapolres Bone.

“Tidak betul itu kalau ada info beredar bahwa pelaku ditangguhkan penahanannya,” tegas Kadarislam kepada RADAR BONE, Jumat, 22 Februari lalu. Penegasan serupa disampaikan Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Pahrun. Menurut Pahrun, kabar adanya seorang tersangka ditangguhkan penahanannya adalah hanya isu alias tidak benar.
“Tidak benar (Ditangguhkan penahanannya. Yangbersangkutan (Rini) ditahan Mapolres Bone,” beber Pahrun.

Diketahui, Polres Bone berhasil mengungkap praktik jasa kecantikan yang melibatkan dokter gadungan.  Adalah Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, nama dokter cantik diringkus satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Rabu dinihari, 20 Februari lalu. Wanita yang disebut-sebut sebagai dokter kecantikan asal Singapura ini ditangkap atas dugaan tindak pidana malpraktik. Ia ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah ini. Dilaporkan ada enam orang yang sudah menjadi korbannya.

Berdasarkan data dari KTP-nya, wanita ini ternyata warga Kota Parepare yang lahir di Enrekang. Kasus ini terbongkar setelah korban melapor ke polisis. Polisin pun bergerak dan menangkap tersangka di hotel. Dalam menjalankan aksinya, tersangka memasang tarif mulai Rp5 juta sampai Rp13 juta. Dalam menjalankan aksinya, Emha tak sendirian. Ia dibantu seorang pemilik salon bernama Rini. Wanita inilah yang mempromosikan sekaligus mencari pelanggan.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top