Ini Ancaman Hukuman Syahrul Pelaku Penikam Jumardi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Ancaman Hukuman Syahrul Pelaku Penikam Jumardi

Suasana jalannya sidang perdana Syahrul, pelaku penikaman terdakwa di ruang sidang PN Watampone, Kamis, 8 Juni kemarin.

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pelaku penikaman terdakwa di ruang sidang Pengadilan Negeri Watampone, Selasa, 17 Januari lalu, Syahrul menjalani sidang perdana, Kamis, 8 Juni kemarin.  Syahrul adalah saksi sekaligus suami dan ayah korban pembunuhan ibu dan anak di Kecamatan Libureng.

Pria perantau ini nekat menikam terdakwa Jumardi, pelaku pembunuhan istri dan anaknya saat memberi kesaksian di ruang sidang.  Jumardi mengalami tusukan di bawah dada dan dilarikan ke RSUD Tenriawaru Watampone kala itu. Namun demikian, luka yang diderita Jumardi tidak terlalu parah, sehingga nyawanya bisa diselamatkan.

Kembali ke sidang Syahrul, dalam sidang perdana ini dipimpin majelis hakim yang diketuai, Andi Juniman Konggoasa SH didampingi anggota Fitri Agustina SH dan Nur Kautsar Hasan SH MH. Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamzah SH yang ditemui RADAR BONE, Kamis, 8 Juni kemarin mengatakan sidang dakwaan dilakukan dengan menghadirkan korban Jumardi.

“Sidang perdana sekaligus menghadirkan korban Jumardi untuk bersaksi,” katanya. Adnan menambahkan, Syahrul didakwa melanggar pasal 338 jo pasal 53 percobaan pembunuhan, pasal 355 penganiayaan berencana.

“Perbuatan terdakwa dengan ancaman hukuman percobaan penjara di atas lima tahun,” tambahnya.
Sementara dalam persidangan itu, Jumardi menceritakan jumlah serangan yang diterima. “Pertama kena. Kemudian serangan yang kedua dan ketiga tidak kena,” ujarnya.

Terkhusus kasus Jumardi sendiri, sudah divonis pidana penjara seumur hidup. Vonis ini dinilai terlalu rendah oleh JPU yang sebelumnya menuntut hukum mati. Karenanya atas putusan itu, JPU mengajukan banding.

Sekadar diketahui, pada Sabtu, 22 Oktober 2016 lalu, Jumardi membunuh Harnisa Binti Sukardi (35) dan anaknya Nur Sifiqah Binti Syahrul (4). Untuk menghilangkan jejak, Jumardi membakar rumah beserta pemiliknya. Namun dalam kejadian itu, putri sulung korban berhasil meloloskan diri setelah berpura-pura tewas.

Saat kejadian, suami korban Syahrul sedang merantau di Samarinda. Kejadian tragis menimpa istri dan anaknya setelah baru beberapa hari meninggalkan rumah untuk mengadu nasib di kampung orang. Pelaku Jumardi adalah tetangga dekat korban.

*

To Top