Ini Bedanya NH dan NA Raih Simpati Masyarakat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Bedanya NH dan NA Raih Simpati Masyarakat

RADARBONE.CO.ID–Nurdin Halid (NH) Calon Gubernur usungan Partai Golkar pada Pilgub Sulsel 2018 berkali-kali memuji pembangunan di Sulsel. Menurut NH, pertumbuhan ekonomi di Sulsel merupakan pertumbuhan ekonomi yang stabil di Indonesia. “Karena itu, saya akan melanjutkan pembangunan yang sudah baik ini,” ujar NH.

Di berbagai tempat, NH telah berjanji akan meneruskan pembangunan yang ada saat ini. Yang paling anyar, di Kota Pare-pare NH berjanji untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit dan sejumlah infrastruktur lainnya. NH juga gencar berjanji untuk membangun kampung, NH pulang untuk membangun kampung, ini salah satu tagline NH. Gaya berjanji membangun kampung adalah cara NH meraih simpati masyarakat. Bahkan dengan caranya itu, NH menyebut Syahrul Yasin Limpo (SYL), akan ikhlas melihat dirinya (NH) menggantikan dirinya (SYL).

Lain halnya dengan gaya Nurdin Abdullah (NA). Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah tiga kali NH dan pasangannya menyindir pemerintah. Sindiran pertama melalui video durasi pendek yang dishare ke publik, yang menyebut pemerintah gagal menyelesaikan sejumlah pembangunan atau proyek. Kedua, NA menyebut masyarakat Sulsel tidak layak miskin karena banyak potensi. Kemiskinan terjadi karena salah urus. Ketiga, NA dan TBL maju untuk bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang karena miris melihat Sulsel tertinggal dari provinsi di Jawa. Gaya sindir pemerintah rupanya dipilih oleh NA, Bupati Bantaeng yang bergelar Guru Besar itu, untuk meraih simpati pemilih.

NA rupanya lupa kalau dirinya bagian dari pemerintah, yang berkontribusi untuk melahirkan performa dan kinerja pemerintah. Performa pemerintah provinsi adalah akumulasi dari performa kabupaten kota yang berada di provinsi tersebut. Kalau ada orang miskin yang tercatat di provinsi, maka itu datangnya dari kabupaten kota. Demikian komentar Dr. Adi Sumandiar, alumni sosiologi UNM, merespon gaya NA-TBL meraih simpati masyarakat. “Jangan-jangan jumlah orang miskin, justru presentasenya cukup tinggi di Bantaeng,” kata Adi.

Menyindir Pemerintah Provinsi juga bisa-bisa menjadi blunder bagi NA, karena kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah provinsi terus mengalami peningkatan pada akhir-akhir ini. Bisa jadi menurut Adi, sindiran NA kepada pemerintah justru menjadi alat bagi publik untuk menyindir balik NA.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top