Ini Capaian Program 100 Hari Kerja Tafa’dal. Drainase Tersumbat, PKL Semrawut – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Capaian Program 100 Hari Kerja Tafa’dal. Drainase Tersumbat, PKL Semrawut

Kondisi drainase di Jalan Dr Wahidin. Kawasan ini menjadi langganan banjir akibat buruknya sistem drainase

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penataan kota dicanangkan Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi dan Drs H Ambo Dalle MM dalam program 100 hari kepimpinannya . Namun sejauh ini kota masih semrawut oleh PKL yang tak tertata. Ruas jalan tergenang karena drainase tersumbat. Berdasarkan penelusuran RADAR BONE, beberapa drainase dalam kota tidak berfungsi baik. Bahkan, ada yang terputus karena bangunan di atasnya. Sebut saja misalnya, drainase di Jl Yos Sudarso, tepatnya di sekitar markas Kepolisian Resort Bone. Setiap tahun, kawasan ini menjadi langganan banjir. Banjir di kawasan ini tak main-main, ketinggian air pernah mencapai leher orang dewasa. Drainase yang tidak berfungsi disebut-sebut sebagai pemicu utama banjir di permukiman depan kantor induk polisi itu. Sesungguhnya, bupati sudah pernah meninjau lokasi ini, bahkan menginstrusikan dilakukan perbaikan drainase. Namun sampai saat ini drainase di kawasan Mapolres Bone tersebut tak kunjungi dibenahi. Setidaknya ini diungkapkan warga setempat saat disambangi RADAR BONE, Rabu, 30 Januari kemarin.

Warga setempat selalu siaga satu takkala hujan turun dalam intensitas tinggi.  “Kalau sudah memasuki musim hujan semua barang yang mudah rusak kita simpan di tempat yang tinggi. Karena biasanya hujan tengah malam diikuti banjir. Intinya, selama belum dibenahi drainase pasti akan banjir. Tahun lalu kami sempat mengungsi karena banjir sudah parah, ” kata Nadira, seorang warga setempat.

Nadira berharap agar pemerintah daerah secepatnya membenahi drainase yang selama ini menjadi pemicu banjir.  “Setiap tahun dijanji, waktu banjir kemarin, bapak bupati bilang ke kami, kalau ini (drainase) akan segera dikerja, tapi sampai saat ini belum ada pekerjaan sama sekali,” papar ibu rumah tangga tersebut. Drainase tersumbat juga kerap dijumpai di Jl Veteran dan Jl Beringin. Di Jl Veteran misalnya, tepatnya di persimpangan menuju Jl Badak, air sempat meluber ke jalan. Luapan air sampai berhari-hari tak tertangani. Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM turun langsung menginstruksikan penanganan drainase yang tersumbat, sehingga genangan air di atas jalan pun berhenti. “Jika hujan turun, air tetap meluap ke jalan sebelum sampah-sampah di dalam drainase diangkat keluar,” kata Mustaring, warga Jl Veteran.

Sementara itu drainase di Jl Beringin, tepatnya di sekitar warkop Sarlim juga belum dibenahi. Padahal drainase di Jl Beringin tersebut sama nasibnya di Jl Veteran. Air meluap ke jalan karena drainase tersumbat. Kawasan lainnya yang menjadi langganan banjir adalah persimpangan Jl Sukawati-Jl Husein Jeddawi. Setiap hujan turun dalam durasi lama, kawasan ini pun tergenang. Tak pelak, genangan ini kerap mengganggu arus lalu lintas. Hal serupa terjadi di Jl Ahmad Yani dan Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.  Di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, banjir kerap terjadi mulai di depan pembiayaan MUF hingga di depan THM Tropicana.

“Jalan ini selalu terendam air saat hujan, walaupun hujannya sebentar saja. Dikarenakan air yang masuk ke dalam saluran drainase tidak mengalir ke saluran induk atau sungai,” ungkap Kamil, salah seorang warga Wahidin kepada RADAR BONE, Rabu 30 Januari kemarin. Luapan air lanjut dia, juga berasal dari areal persawahan di yang membentang di kedua sisi jalan tersebut.

Menjamurnya pertokoan dan perumahan di kawasan ini yang menutup saluran drainase, juga dinilai penyebab utama kawasan itu langganan banjir. Selain drainase yang belum beres, pedagang kaki lima (PKL) juga tertata baik. Salah satu yang menjadi target penataan PKL digaungkan Tafa’dal beberapa waktu lalu, yakni PKL di Jl Sulawesi. PKL di kawasan ini menutup arus lalu lintas di Jl Bali dan Jl Sulawesi. Bahkan, kawasan ini sudah berubah menjadi pasar pagi. “Kita berharap pemerintah daerah mencarikan tempat bagi PKL di pinggir sungai itu (Jl Sulawesi). Selain semrawut juga menutup jalan,” kata Rustan, seorang pengguna jalan.

Kesemrawutan PKL di kawasan ini juga menjadi perbincangan di media sosial. “Suasana pasar jongkok (pagi) di Jl Bali, ramai, padat dan macet. Sebaiknya perlu dibenahi,” tulis pemilik akun facebook, Sabaruddin Randy, Sabtu, 26 Januari lalu seraya memposting beberapa foto suasana aktivitas di pasar itu.
Kawasan PKL lainnya yang diharapkan publik untuk dibenahi adalah di pasar malam di kawasan Tana Bangkalae. Insiden bus AKAP yang menabrak sejumlah PKL di pasar malam tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk menata PKL di kawasan tersebut. Apalagi, kawasan yang menjadi berjualan PKL adalah jalan negara. Belum lagi, PKL yang tersebar di kawasan lapangan Merdeka dan sekitarnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top