Ini Harapan Keluarga Calon Bidan Harma – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Harapan Keluarga Calon Bidan Harma

Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi tempat mayat calon bidan Harma ditemukan.

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB–Tewasnya Harmawati binti Anwar Dolla (21) masih menyisakan duka yang dalam bagi keluarga. Ibu korban seolah tak percaya dengan kepergian gadis lulusan Akbid Syekh Yusuf Gowa itu. Takkala kematian Arma dibahas. Sang ibu, Sia langsung jatuh pingsan. Dia sangat terpukul atas kematian anak satu-satunya dengan cara mengenaskan. Dan yang lebih menyakitkan lagi, calon bidan tersebut tewas di tangan sang pacar, Muhlis. Lelaki yang selama ini kerap dia bangga-banggakan di hadapan keluarganya.

Keluarga korban, Nawir menambahkanpihak keluarga akan menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa Harmawati. Nawir meminta kepada polisi agar memberi hukuman setimpal atas perbuatan pelaku.
“Atas nama keluarga korban (Arma), kami meminta kepada polisi agar menghukum berat pelaku. Harus dihukum mati, karena dia telah melakukan pembunuhan berencana kepada orang yang tidak bersalah,” katanya.
Menurut Nawir, sebagai seorang anggota Polri, Bripda Muhlis sejatinya mengayomi dan melindungi masyarakat. Bukan sebaliknya menjadi pembunuh. Karenanya dia meminta pihak kepolisian tidak melindungi anggotanya yang berbuat salah.
“Kami berharap agar penyidik tidak pandang bulu. Meski pelaku adalah anggotapolisi, namun hukum tetap harus ditegakkan,” tandasnya.

Nawir menceritakan kondisi kakak iparnya yang tak lain ibunda Harmawati, kini masih labil. Sang ibu, kata Nawir selalu memanggil nama anaknya hingga jatuh tak sadarkan diri.
“Ibunda Arma saat ini tidak bisa diajak bicara dulu. Dia masih labil. Bahkan terkadang pada malam hari disaat keluarga dalam keadaan tertidur, dia tiba-tiba berteriak-teriak memanggil nama, Arma,” cerita Nawir seraya meminta setiap bentuk konfirmasi terkait kasus tersebut meminta menghubungi dirinya. Pasalnya, ibunda Harmawati tidak bisa diajak bicara terkait kasus kematian anaknya.

Desakan serupa datang dari teman kuliah korban. Teman-teman Harmawati terus merapatkan barisan untuk mendesak pihak kepolisian agar pelaku diberi hukuman berat.
“Kalau bicara hukuman, dia harus dihukum mati. Karena kami sudah kehilangan orang yang paling berharga hanya karena tindakan dari pelaku,” tutur Anty.

Dia menambahkan, saat ini teman kuliah dan teman dekat korban lainnya, bakal memberi dukungan sekaligus mendesak pihak kepolisian agar pelaku dijatuhi hukuman berat.
“Kami tentu akan bekerjasama dengan sejumlah lembaga agar pelaku ini ditindak tegas dan biarkan dia di penjara,” tegasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif, sambil menunggu hasil otopsi mayat korban dari tim forensik Polda Sulsel. “Masih dalam tahap pemeriksaan di penyidik. Kami menunggu hasil otopsi dari tim forensik,” tutupnya.

*ASKAR SYAM

To Top