Ini Hasil Otopsi Calon Bidan Cantik – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Hasil Otopsi Calon Bidan Cantik

Mayat Armha calon bidan cantik yang ditemukan warga di kebun tebu di Lappabosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone

Korban Tewas Dicekik

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN
WATAMPONE, RB—Tim Forensik Polda Sulsel yang melakukan otopsi mayat mahasiswa kebidanan, Harmawati binti Anwar Dolla (21), menegaskan korban tewas akibat tidak adanya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung korban, atau dengan kata lain dia tewas dicekik.

Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan. “Hasil otopsi sementara menggambarkan, penyebab kematian korban karena kehabisan oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung. Dengan kata lain dia tewas karena dicekik,” katanya.

Berdasarkan hasil olah TKP tidak ditemukan adanya unsur paksaan korban ke TKP.
Meski begitu, polisi menemukan ada jejak yang membuktikan bahwa korban meronta saat dicekik pelaku.
Sementara itu, pelaku yang telah menyerahkan diri di Polda Sulsel. Telah dijemput anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Bone yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Hardjoko.

Oknum polisi berpangkat brigpol itu tiba di Mapolres Bone pada Kamis 18 Agustus kemarin sekira pukul 08.00 Wita.
Meski berstatus anggota polri pelaku yang diketahui berinisial M (24) tetap dikawal sejumlah personel Polres Bone layaknya tahanan pelaku kejahatan lain. Dia tiba di Mapolres Bone dengan hanya mengenakan kaos oblong. Dia tidak lagi mengenakan seragam kebanggaan kepolisian seperti yang dia kenakan selama ini.

Kapolres Bone AKBP Raspani SIK yang dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan anggotanya melakukan penjemputan di Mapolda. Setelah dilakukan penyerahan tersangka langsung dibawa ke Mapolres Bone.
“Penyidik resum yang akan tangani. Tentu kita dalami motif pembunuhan, termasuk apakah pelaku melakukan sendiri atau melibatkan pihak lain,” tegasnya.

Sementara itu jenazah Harmawati telah dibawa ke kampung halamannya di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Rabu 17 Agustus sekira lalu pukul 19.00 Wita. Jenazah mahasiswi cantik ini disambut isak tangis sanak keluarga. Bahkan ibu kandung korban, Sia (50) jatuh pingsan setelah iring-iringan mobil ambulance yang mengantar jenazah berhenti di depan rumahnya. Ibu korban memang tidak diberitahu soal kematian Harmawati dengan alasan kondisi sang ibu yang sangat labil karena sakit.

 

“Ibu akhir-akhir ini sering sakit. Kami takut dia tambah sakit kalau langsung ditanya,” tutur Anty, kerabat korban kepada RADAR BONE melalui pesan BBM. Dia menambahkan, jenazah korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum berdampingan dengan makam ayah kandungnya yang meninggal dunia beberapa tahun lalu.

“Awalnya direncanakan nanti Kamis 18 Agustus baru di makamkan. Namun karena kondisi jenazah yang mengeluarkan bau sehingga langsung dimakamkan setelah dishalatkan. Waktu ada info kalau jenazah sudah diberangkatkan dari Bone kerabat berkumpul di rumah duka,” tutupnya.

*ASKAR SYAM

To Top