Ini Kata Komisi III DPRD Bone Soal Mesin Pengolahan Sampah di TPA Passippo Mangkrak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Kata Komisi III DPRD Bone Soal Mesin Pengolahan Sampah di TPA Passippo Mangkrak

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bone mendukung perbaikan mesin pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passippo, termasuk peremajaan armada sampah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin mengaku prihatin setelah membaca pemberitaan di media ini, terkait mesin pengolahan sampah di TPA yang mangkrak.

“Kita akan tinjau TPA itu, kalau memang alat di sana ada yang mendesak untuk diganti, tentu kita support instansi terkait untuk dianggarkan,” ujar politisi Partai Demokrat itu kepada RADAR BONE, Kamis, 2 November kemarin.

Diketahui, ada beberapa mesin pengolahan sampah yang di TPA Passippo dalam kondisi memprihatinkan. Penelusuran RADAR BONE, Minggu, 29 Oktober lalu menemukan cuma satu mesin yang berfungsi, yakni mesin pencacah kertas. Hal ini juga diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Bone, Ir Asmar Arabe MM.

Selain mesin pengolahan sampah, DLHD juga masih kekurangan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan armada sampah. Kabid Pengelola Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, A Padauleng mengakui masih kurangnya TPS. “Jumlah TPS yang ada sekarang hanya 15 kontainer ditambah dengan 10 unit TPS permanen. Seyogyanya itu masih butuh TPS sebanyak 30-an unit,” paparnya.

Lanjut Padauleng tingkat kepatuhan masyarakat juga masih minim, khususnya dalam hal membuang sampah. “Karena terkadang ada tempatnya, tapi mereka hanya membuang di sekitar TPS. Sehingga itu yang membuat kelihatan jorok,” ungkapnya.

Tak hanya TPS yang minim, lanjut Padauleng, pihaknya juga masih kekurangan armada pengangkut sampah. “Jumlah armada yang ada sekarang hanya 15 unit. Padahal seyogyanya 25 armada untuk memenuhi pelayanan di ketiga kecamatan kota ini,” bebernya.

Demikian pula dengan motor sampah, sambung Padauleng, sejatinya tersedia 75 unit, tapi saat ini baru 25 motor sampah dimiliki.”Maka untuk meraih piala Adipura memang perlu bekerja keras dan harus ada kerjasama semua stakeholder. Karena dalam penilaian itu bukan hanya kewenangannya DLHD yang melengkapi, tapi ada beberapa item yang dipisahkan dan dikelola instansi lainnya,” kunci Padauleng.

*

Click to comment
To Top