Ini Lelaki Bejat Pembakar Ibu dan Anak di Libureng – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Lelaki Bejat Pembakar Ibu dan Anak di Libureng

Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Libureng saat diamankan di kampung istrinya, Bulukumba, Sabtu 22 Oktober lalu.

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN – ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Kasus ibu dan anak yang ditemukan tewas terbakar di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng ternyata adalah korban pembunuhan. Dia dihabisi oleh tetangganya bernama Jumardi.  Kebakaran yang melanda rumah Harnisa Binti Sukardi (39) ternyata adalah upaya pelaku untuk menghilangkan jejak. Pria yang merupakan sales tersebut tega membakar Harnisa dan put-ri bungsunya, Nur Sifiqah Binti Syahrul (4) setelah keduanya terlebih dahulu diparangi.

Tak hanya itu, anak sulung korban, Nur Asqin Binti Syahrul (9) tak luput dari aksi beringas pelaku. Namun, Nur Arqin Syahrul lebih beruntung. Dia berhasil melarikan diri sekaligus membeberkan tindakan keji Jumardi yang tak lain adalah tetangganya.

Berdasarkan pengakuan Nur Arqin inilah, kemudian polisi melakukan penelusuran jejak Jumardi. Maklum, setelah membakar rumah korban, pria berusia 25 tahun ini sempat berusaha mengecoh warga. Saat api membakar rumah korban, dia lalu berteriak meminta tolong kepada warga lainnya, bahwa rumah korban terbakar. Tapi setelah mengetahui, bahwa putri sulung korban masih hidup,

Jumardi pun melarikan diri ke Bulukumba dan bersembunyi di kampung istrinya.
Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku, setelah mendapat informasi dari putri sulung korban. Pelaku pun ak-hirnya berhasil dibekuk hanya dalam waktu 36 jam. Jumardi diciduk di kampung sang istri di Dusun Ulu Tedong, Desa Gantara, Kecamatan Uloe, Kabupaten Bulukumba Sabtu, 22 Oktober lalu sekira pukul 13.30 Wita.

Saat tiba di Mapolres Bone pelaku, Jumardi (25) sempat membantah membunuh korban.
Hanya saja setelah didesak berdasarkan keterangan korban yang selamat Nur Arqin, pria ini akhirnya mengakui perbuatannya.
Hasil interogasi, Jumardi mengaku masuk ke rumah korban melalui bagian belakang. Dia melewati dinding rumah yang terbuat dari papan. Rencana ini sudah dipersiapkan pelaku, namun dia beraksi setelah mengetahui suami korban, Syahrul pergi merantau ke Kalimantan, dua hari sebelumnya.

Melihat korban tertidur pulas, pelaku pun berusaha melakukan pemerkosaan. Namun aksi pelaku tak berhasil setelah korban terba-ngun dan melakukan perlawanan. Di tengah suasana gaduh tersebut kedua anak korban, Nur Sifiqah Binti Syahrul (4) dan
Nur Asqin Binti Syahrul (9) terbangun. Pelaku yang sudah ketahuan aksinya pun kalap dan memarangi ketiganya.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku lalu mengambil kompor dan membakar rumah korban. Sebelum kabur, pelaku sempat mengambil harta milik korban berupa kalung emas serta uang tunai dari lemari. Namun demikian, pelaku tak menyadari
putri sulung korban, Nur Asqin Binti Syahrul berhasil me-larikan diri dengan sejumlah luka sabetan parang di tubuhnya. Bocah berusia sembilan tahun inilah yang kemudian membeberkan identitas pelaku.

Kapolsek Libureng, AKP Makmur mengatakan berdasarkan keterangan pelaku, bahwa awalnya Jumardi hendak merampok korban. Ini diperkuat dengan barang bukti perhiasan emas dan sejumlah uang yang ditemukan di saku celana milik pelaku.
Namun setelah melihat korban tertidur, niat untuk memperkosa korban pun muncul. Namun usaha percobaan pemerkosaan ini pun gagal karena korban terbangun. “Dia merencanakan merampok rumah korban. Tapi saat beraksi dia juga hendak memperkosa korban tapi gagal, karena anak-anaknya bangun,” jelas Makmur.

Lebih jauh Makmur meng-ungkapkan, bahwa indikasi perencanaan perampokan itu diperkuat dengan dipulangkannya istri pelaku ke Bulukumba. Pelaku juga berusaha melarikan diri ke daerah lain.
Namun terlanjur tercium keberadaannya yang bersembunyi di rumah kerabat istri pelaku. “Saat kami datangi ke rumah mertuanya, dia tidak ada,” tambah Makmur.

Makmur bergerak ke Bulukumba bersama lima rekannya. Tim dari Polres Bone pun berge-rak ke Bulukumba membantu membekuk pelaku, hingga pelaku tak bisa berkutik.
Kapolres Bone, AKP Raspani SIK menambahkan, pelaku tega membakar rumah korban, setelah panik niat jahatnya terbongkar.
“Sudah diamankan. Berdasarkan keterangan awal pelaku. Dia panik setelah percobaan pemerkosaannya gagal. Karena takut ketahuan akhirnya dia membunuh ibu dan anak. Untuk menghilangkan jejak, rumah korban dibakar,” katanya.

Kini pelaku Jumardi sudah meringkuk di sel tahanan Mapolres Bone, dia terancam hukuman penjara seumur hidup karena diduga terlibat pembunuhan berencana.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari kampung korban, suami korban, Syahrul sudah kembali dari Kalimantan. Saat ini, dia berkumpul dengan anaknya yang selamat.
Sekira 300-an warga setempat dikabarkan akan mendatangi rumah pelaku, namun aksi massa itu berhasil digagalkan kepolisian setempat. Amarah warga mereda setelah mengetahui pelaku sudah tertangkap.

*ASKAR SYAM

To Top