Ini Lelaki Terbejat di Bone. Jumardi Sempat Paksa Korban Berhubungan Badan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Lelaki Terbejat di Bone. Jumardi Sempat Paksa Korban Berhubungan Badan

Jumardi, terdakwa pembunuhan ibu dan anak di Libureng saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Watampone, Selasa 21 Maret kemarin.

Soal Pembunuhan Ibu dan Anak di Libureng

PENULIS : RISNAWATI

WATAMPONE, RB–Setelah sempat tertunda karena insiden penikaman, beberapa waktu lalu, sidang kasus pembunuhan ibu dan anak di Kecamatan Libureng, kembali digelar, Selasa, 21 Maret kemarin.  Sidang ini berlangsung dengan pengamanan super ketat. Maklum petugas pengamanan tidak ingin kecolongan untuk kedua kalinya terkait kasus penikaman terdakwa Jumardi.

Para pengunjung sidang digeledah sebelum memasuki ruang sidang.Polisi menggeledah kaki hingga ke badan pengunjung. Demikian pula dengan barang bawaan pengunjung juga diperiksa.

Pada sidang kelima ini dilakukan pemeriksaan barang bukti.“Sidang ini merupakan sidang kelima tentang pemeriksaan semua barang bukti dan pemeriksaan terdakwa,” ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamzah, SH kepada RADAR BONE, kemarin.

Pada sidang ini ada beberapa barang bukti yang diperlihatkan, yakni tabung elpiji 3 kg, perhiasan emas berupa kalung, anting dan uang senilai Rp20.000.

Sebelum merampok dan membunuh, terdakwa mengaku sudah menenggak minuman keras sebanyak 10 liter.“Saya ke rumah korban dan memintai uang, tetapi dia bilang tidak punya uang. Saya juga mengajak dia berhubungan badan, tetapi dia melawan dan mendorong saya. Langsung saya tarik rambut dan telinganya dan ambil antingnya satu, setelah itu langsung saya parangi beberapa kali hingga tidak bergerak lagi dan lanjut saya ambil antingnya yang satu lagi,” ungkap Jumardi.

Aksi terdakwa tidak sampai di situ saja, akan tetapi juga menghabisi nyawa anak korban, yakni Nur Afiqah.“Setelah ibunya tidak bergerak lagi, kedua anaknya menangis. Karena ketakutan saya langsung parangi kedua anaknya itu hingga tidak ada suara. Saya nyalakan lampu dan menggeledah lemari, saya dapat uang 500 ribu dan kalung emas, Kemudian saya ke dapur ambil kompor dan tabung gas dan menyalakan kompor tersebut di kamar dekat kasur, saya ambil kompor ini untuk menghilangkan jejak,” urai Jumardi.

Selanjutnya anak sulung korban, Nur Asiqin berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran itu.“Keponakan saya ini pura-pura mati, karena melihat ibu dan adiknya sudah meninggal.

Sempat dia dikasi goyang dengan parang tapi dia pura-pura tidak bergerak. Setelah dia merasakan panas di kakinya baru dia bangun untuk meminta pertolongan kepada warga,” beber Sunarti, kerabat korban.

Jumardi (25) adalah pelaku pembunuhan sadis terhadap Harnisa dan Nur Afiqah (4) ibu dan anak di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu Kecamatan Libureng pada Jumat 21 Oktober 2016 lalu.

To Top