Ini Penegasan Kapolda Soal Oknum Polisi Narkoba – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Penegasan Kapolda Soal Oknum Polisi Narkoba

Suasana penyambutan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan dan isteri saat tiba di Mapolres Bone, Selasa 17 Oktober kemarin.

PENULIS : HERMAN  KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan meminta oknum polisi yang terlibat narkoba agar diproses hingga tuntas. Jika terbukti, oknum ‘polisi narkoba’ akan dipecat.  Penegasan ini disampaikan Anton saat ditemui RADAR BONE saat berkunjung ke Mapolres Bone, Selasa 18 Oktober kemarin.

Anton menegaskan, jika ada oknum polisi yang terlibat narkoba, tapi tidak diproses sebagaimana mestinya, segera dilaporkan kepada dirinya.  “Kalau ada ditemukan oknum polisi yang terlibat kasus sabu lalu pena-nganannya tidak sesuai dengan semestinya. Maka langsung laporkan ke saya,” tegas Anton.

Anton mengakui, sudah banyak oknum polisi dipecat karena terbukti terlibat narkoba dan kasus kriminal lain.
“Sudah banyak anggota dipecat karena terbukti tersandung kasus. Dan anggota yang terlibat kasus narkoba harus diproses,” tandas Anton. Sejauh ini sejumlah oknum polisi tersandung narkoba. Sepanjang tahun 2016, ada lima oknum Anggota Polres Bone yang terlibat barang haram tersebut. Sebut saja misalnya, Bripka SN yang tertangkap dalam penggerebekan Satuan Narkoba Polres Bone di salah satu rumah di Lingkungan Pinra, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Jumat 9 September lalu sekira pukul 23.30 Wita.

Saat itu, oknum polisi yang bertugas di Polsek Mare, di-amankan bersama seorang wanita, berinisial ES. Di TKP ditemukan barang bukti berupa satu pirex yang masih berisi sisa sabu, satu alat isap sabu, dan empat korek api. Namun sejauh ini, belum diketahui proses hukum yang dijalani, baik proses etik di Unit Propam maupun proses pidananya. Belakangan beredar kabar, Bripka SN sudah dibebaskan.

Kemudian oknum polisi lain yang diamankan karena diduga terlibat narkoba, yakni Bripka HL. Penangkapan HL cuma berselang sebulan dengan penangkapan Bripka SN.
Oknum polisi yang bertugas di Polsek Mare ini diamankan di Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Walannae, Kecamatan Tanete Riattang, Sabtu 8 Oktober lalu sekira Pukul 08.45 Wita

Penangkapan Bripka HL ber-awal dari ‘Nyanyian’ seorang tersangka narkoba, berinisial MY (35) yang telah diamankan sebelumnya. Saat diinterogasi penyidik, MY mengaku bahwa barang sabu yang dikuasainya didapatkan dari HL. Informasi yang diperoleh RADAR BONE, kini HL sudah ditahan Lapas Klas IIa Watampone.
Kasus oknum polisi lain yang masih berlarut-larut adalah kasus yang menimpa Aiptu MS. Kanit Sabhara Polsek Ponre ini dige-rebek bersama istrinya di kediamannya di Perumnas Tibojong, Senin 18 April lalu sekira pukul 14.00 Wita. Masih di bulan yang sama, menyusul dua oknum polisi lainnya, yakni Brigadir AA , saat itu bertugas di Satuan Narkoba Polres Bone dan Brigadir DG, anggota Resmob Polres Bone. Keduanya diamankan Tim Subdit I Narkoba Polda Sulselbar. Keduanya diduga kuat menjadi kaki tangan Aiptu MS.

Terkhusus Brigadir AA sudah dua kali tertangkap kasus narkoba. Sebelumnya, Brigadir AA tertangkap saat berduaan dengan seorang teman wanitanya, Hj alias Dv (25) dalam kamar kos di Jl Serigala, Lingkungan Laccokkong, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis 5 Maret 2015 sekira pukul 02.00 Wita. Keduanya diduga kuat terlibat pesta narkoba jenis sabu. Lantas, bagaimana proses hukum keduanya. Lagi-lagi informasi yang mencuat, keduanya juga sudah dibebaskan. Ini termasuk oknum polisi yang terlibat narkoba pada tahun-tahun sebelumnya.

Yang memprihatinkan lagi, proses hukum terhadap oknum polisi yang tahun ini terlibat narkoba tergolong lamban. Sejauh ini belum satu pun berkas oknum polisi yang dinyatakan lengkap (P21) atau yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bone.
Hal ini diakui Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Rudi saat dikonfirmasi berkas oknum polisi narkoba yang sudah dilimpahkan. “Belum ada yang dilimpahkan berkasnya. Meski begitu kami tetap proses oknum yang terlibat,” kata Rudi saat ditemui RADAR BONE, Selasa 11 Oktober lalu.

Terkait dengan berkas Aiptu MS yang saat ini sudah ada ditangan jaksa. Rudi mengatakan dirinya tidak mengetahui persis prosesnya, pasalnya kasus tersebut ditangani Polda Sulsel. “Kalau Aiptu MS Polda yang tangani kasusnya,” ungkap Rudi.

Hal senada juga dikatakan Kasi Pidana Umum Kejari Bone, Adnan Hamzah SH.  Menurut Hamzah, sejauh ini baru berkas oknum polisi narkoba yang diterima, yakni Aiptu MS. “Baru berkas MS, kalau oknum TNI dan anggota Lapas belum ada,” katanya.

Adapun berkas kasus narkoba periode Januari hingga Oktober yang telah diterima pihaknya, kata Hamzah sudah menembus angka 40-an. “Itu belum angka pasti, namun kalau perkiraan saya segitu,” katanya.
Ini menunjukkan pelimpahan berkas perkara kasus narkoba tergolong cepat. Hanya saja, jika sudah melibatkan oknum aparat malah terkesan dipetieskan.

Pengamat Hukum, Ali Amran, SH mengatakan penegakan hukum tak boleh pandang bulu. Jika terbukti bersalah harus dihukum. “Apapun statusnya, dari manapun asalnya. Kalau ia terlibat harus dihukum berat,” ungkap Ali Imran.
Untuk mewujudkan Bone bebas narkoba, kata dia dibutuhkan penegak hukum yang mempunyai komitmen kuat dalam penegakan hukum. “Sebab, kalau dalam prakteknya masih ada saja yang diloloskan atau diringankan hukumannya, maka pelaku yang lainnya juga akan mencari cara atau jalan mengikuti cara-cara oknum pelaku yang belum terjerat oleh hukum,” tegasnya.

*ASKAR SYAM

To Top