Ini Penekanan Bupati Bone Soal Hewan Kurban – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Penekanan Bupati Bone Soal Hewan Kurban

Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi MSi

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi mengimbau kepada semua pihak yang akan melaksanakan kurban agar memeriksakan hewan kurban sebelum dilakukan dilakukan pemotongan.
Ini dimaksudkan agar diperolah daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Imbaun ini disampaikan bupati dalam surat edaran yang telah diterbitkan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone drh Aris Handono yang ditemui RADAR BONE, Senin 5 September kemarin, membenarkan perihal surat edaran tersebut. Dia mengatakan pemeriksaan hewan kurban harus didukung partisipasi masyarakat untuk melaporkan hewan kurban tersebut kepada petugas peternakan. Aris menegaskan pihaknya telah membentuk tim yang akan bertugas melakukan pemeriksaan hewan kurban milik masyarakat atau instansi.

“Karena kita juga tidak tahu persis hari ini siapa yang akann berkurban. Dari surat edaran bupati dapat dilihat, bahwa isinya itu menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang mau melaksanakan kurban untuk melaporkan kepada kami. Kalau sudah melaporkan nanti ada tim yang kami turunkan untuk meninjau langsung,” jelasnya.
Aris juga mengatakan, dalam peternakan yang wajib dilakukan pemeriksaan adalah pemotongan komersil, yakni pemotongan yang diperjualbelikan dagingnya. Tetapi pemotongan hajat, seperti untuk acara pernikahan, aqiqah, dan lainnya tidak ada kewajiban untuk melakukan pemeriksaan.

“Tetapi kami di Dinas Peternakan ini sudah mencoba menawarkan diri, karena di Bone ini termasuk daerah penyebaran penyakit ternak yang bisa menyebar ke manusia. Jadi disinilah pentingnya partisipasi dari masyarakat,” tuturnya.
Pemeriksaan hewan ternak, menurut Aris ada dua, yakni sebelum dipotong dan setelah dipotong. Sebelum dipotong, untuk memastikan hewan ternak dalam kondisi sehat, lincah, nafsu makan bagus, mata bersih bersinar dan tidak ada cacar. Kemudian setelah dipotong, akan dilihat isi dalam hewan kurban tersebut, apakah ada kerusakan organ dalam atau tidak.

“Sebenarnya, ukuran sehat bagi hewan itu hanya petugas yang tahu, dengan cara tahapan pemeriksaan tersebut disitulah dilihat apakah hewan kurban tersebut layak konsumsi atau tidak,” bebernya.

*ASKAR SYAM

To Top