Ini Penyebab Garam Langka di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Penyebab Garam Langka di Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kelangkaan garam juga terjadi di daerah ini. Pedagang di Pasar Sentral Palakka pun berteriak karena tak mendapat suplai garam dari distributor. Tak hanya itu, kelangkaan garam ini dimanfaatkan pengusaha atau prodosen untuk mengeruk keuntungan secara sepihak, yakni dengan cara memainkan takaran garam yang salurkan ke pedagang.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka, Abdul Rasyid mengakui sejauh ini sulit mendapatkan pasokan garam untuk dijual. “Saat ini memang sudah lama tidak ada lagi yang membawakan kami garam di sini untuk dijual. Beberapa informasi yang saya dengar bahwa akan ada kenaikan harga, namun untuk saat ini saya jual dengan harga yang lama karena ini masih barang lama, yakni garam merek lambo berukuran 250 gram saya ecerkan dengan harga Rp1.000 per satu kemasan,” ungkapnya.

Diakui Rasyid, selain langka, garam kemasan merek Lambo yang ia jual, takarannya sudah dimainkan. “Sebelumnya dalam kemasan memang kelihatan penuh, tapi sudah beberapa waktu memang agak kelihatan berkurang, namun kami tidak pernah mencoba untuk mengukurnya karena kami di sini tidak beli perkilo dari mereka, melainkan kami beli perbal,” jelasnya.
Namun untuk mengobati rasa penasaran Rasyid, ia pun mencoba menimbang
garam merek Lambo berbobot 250 gram. Alhasil, ternyata di kemasan tertulis berat bersih 250 gram, tapi setelah ditimbang isinya cuma 150 gram. Atau terjadi pengurangan 100 gram.

“Memang kalau ditimbang tidak sesuai dengan takaran yang tertulis karena takaran saat ditimbang hanya 150 gram sementara yang tertera di kemasan 250 gram. Ini ebenarnya sudah lama begini namun hanya saja baru terungkap,” bebernya.

Atas kecurangan tersebut, Rasyid pun berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersinergi untuk mengatasi kecurangan yang dilakukan pengusaha.

“Dengan adanya kejadian ini tentunya pihak pemerintah harus turun tangan karena ini dapat merugikan orang banyak, karena dijual tidak sesuai dengan takaran. Kalau kami sebagai pedagang tidak jadi masalah karena kami tidak beli secara perkilo namun yang disayangkan masyarakat yang membeli,” pungkasnya.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, pihaknya telah menyikapi dugaan kecurangan permainan takaran garam yang dilakukan pengusaha.

“Menindak lanjuti laporan dari pedagang, sehingga anggota melakukan pengecekan di lapangan,” ungkapnya.
Hasilnya, kata Kadarisman, Satgas Pangan Polres Bone telah menggerebek sebuah gudang garam di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis 27 Juli lalu. Dalam penggerebekan itu, lanjut Kadarisman pihaknya menemukan adanya dugaan permainan yang dilakukan oknum pengusaha garam, yakni permainan takaran dan penimbunan.

*

To Top