Ini Perkembangan Dugaan Pungli Komite SMAN 1 Bone. Penyidik Panggil Orang Tua Siswa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Perkembangan Dugaan Pungli Komite SMAN 1 Bone. Penyidik Panggil Orang Tua Siswa

PENULIS : HERMAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kepolisian Resort Bone menindaklanjuti laporan Sekretaris Komite SMAN 1 Bone, A Kadir yang melaporkan dugaan pungli yang dilakukan Ketua Komite, Syafruddin Madjid terkait pungutan terhadap orang tua siswa. Penyidik Polres Bone telah memanggil orang tua siswa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko mengatakan terkait dugaan pungli yang melibatkan Ketua Komite SMA 1 Bone saat ini dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.
“Saat ini baru dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi, dalam hal ini anggota internal komite sendiri dan orang tua siswa,” ungkapnya saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 12 Januari Kemarin.

Sejauh ini, kata Hardjoko belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Belum dapat dipastikan tersangka karena masih dalam pemeriksaan saksi-saksi,” terang Hardjoko.

Diberitakan sebelumnya, Pengurus Komite SMAN 1 Bone bergejolak. Sekretaris Komite SMAN 1 Bone, Andi Kadir melaporkan ketuanya, Syafruddin Madjid ke
Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Rabu 7 Februari lalu. Dalam laporannya, Andi Kadir menduga sang ketua telah melakukan dugaan tindak pidana pungutan liar terhadap orang tua siswa tanpa melalui rapat internal komite. “Mekanismenya ketika akan dilakukan pungutan terhadap orang tua siswa. Pihak sekolah yang mengajukan ke komite selanjutnya dilakukan rapat. Ketika usulan itu dianggap mendesak maka disetujui,” kata, Andika sapaan Andi Kadir.

Pungutan yang diduga dilakukan Ketua Komite, Andika menilai keluar dari mekanisme, pasalnya sebagai sekretaris dia tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pungutan itu. “Saya baru mengetahui bahwa ada pungutan setelah ada orang tua siswa yang menanyakan adanya sumbangan suka rela untuk membeli komputer,” tambahnya.
Andika melanjutkan, dari hasil pungutan tersebut sudah terkumpul sebesar Rp10 juta lebih di bendahara komite.

“Saya mendengar informasi dari bendahara bahwa dari sumbangan tersebut dana yang terkumpul sudah lebih Rp10 juta. Lebih baik dilaporkan karena kalau tidak bisa jadi saya juga kena ketika pungutan ini bermasalah di belakang,” terangnya. Bendahara Komite, Andi Tenri mengakui dana yang terkumpul dari hasil pungutan kepada orang tua siswa mencapai Rp14,7 juta.

“Saya dikonfirmasi bahwa ada dana sumbangan orang tua sebanyak Rp14 juta lebih yang dipakai untuk pembelian dua unit komputer,” bebernya.
Serupa dengan Andika, bendahara juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam rapat terkait dengan pungutan yang dibebankan kepada orang tua.
“Saya juga tidak pernah dipanggil untuk ikut mengahadiri rapat terkait pungutan tersebut,” tegas Tenri.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top