Ini Permasalahan Pembangunan Daerah Kabupaten Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Permasalahan Pembangunan Daerah Kabupaten Bone

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE–Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone mengadakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Bone tahun 2020 bertempat di Aula Bappeda, Rabu, 23 Januari 2019.

Dimana dalam forum konsultasi publik tersebut, Kepala Bappeda Drs H Abu Bakar memaparkan permasalahan pembangunan daerah yang dihadapi Kabupaten Bone. Untuk menuntaskan hal tersebut, para OPD diminta melakukan sinkronikasi program supaya apa yang dicanangkan pemerintah daerah bisa diwujudkan.

Ada 13 permasalahan yang dihadapi pembangunan daerah Kabupaten Bone kata Abu Bakar diantaranya Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dimana IPM ditahun 2017 mencapai 64,16, target pada tahun 2020 IPM sudah harus meningkat menjadi 66,57 persen.

Selanjutnya, masih tingginya angka kemiskinan, dimana penduduk miskin ditahun 2017 masih ada 17.130 jiwa target tahun 2020 menurun 65.800 jiwa. Kemudian rendahnya tingkat pendapatan per kapita penduduk, dimana pada tahun 2017 pendapatan per kapita hanya mencapai 39,15 juta target 2020 harus meningkat menjadi 51,60 juta. Tidak sampai disitu saja, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap perekonomian daerah masih kecil, dimana pada tahun 2017 hanya mencapai 6,68%, target 2020 meningkat menjadi 7,23%.

Selanjutnya, rendahnya tingkat produktivitas pekerja, dimana tingkat pengangguran terbuka 4,55%, tingginya angka kemiskinan 10,28% dan di kontribusi dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan. Masih terjadinya ketimpangan antar wilayah. “Disini nantinya
konsentrasi aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan, konektivitas dan aksesbilitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abu Bakar membeberkan permasalahan pembangunan daerah yaitu rendahnya angka harapan hidup ditahun 2017 angka
harapan hidup 62,22 tahun, target 2020 66,78 tahun. Selanjutnya, rendahnya angka rata-rata lama sekolah, dimana pada tahun 2017 6,77 tahun target 2020 7,75 tahun. Kemudian rendahnya angka partisipasi sekolah, berdasarkan dengan data angka partisipasi sekolah usia 7-12 tahun mencapai 98,51%, sementara angka partisipasi sekolah usia 16-18 tahun hanya 56,52%.

Termasuk juga dibidang pertanian, rendahnya tingkat produktivitas pertanian penyebanya karena tingginya proporsi lahan tadah hujan,
serangan hama, kekeringan dan alih fungsi lahan. Selanjutnya, rendahnya pengeluaran per kapita sebulan, pada tahun 2017 hanya
mencapai 39,15 juta target 2020 51,60 juta. Kemudian masih tingginya angka kriminalitas, pada tahun 2017 mencapai 1.073 kasus, target
ditahun 2020 menurun 870 kasus.

Terakhir belum optimalnya pelaksanaan tata kelola pemerintahan. “Disini indeks kepuasan masyarakat pada tahun 2017 hanya mencapai 78%, sementara target kita ditahun 2020 harus meningkat mencapai 82%,” bebernya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top