Ini Solusi Bupati Bone Soal DAK Yang Hangus – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Solusi Bupati Bone Soal DAK Yang Hangus

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Keresahan dan teriakan para kontraktor pelaksana ke-giatan pembangunan menggunakan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 karena kucuran dana triwulan keempat belum cair hingga saat ini, akhir-nya mendapat tanggapan dari Bupati Bone Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi.
Saat dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 4 Januari, di Kedai Baca Jl Jend A Yani Kelurahan JeppeE Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Menurut Bupati Bone, te-rancam hangusnya DAK sebesar Rp17,5 miliar bukanlah kesalahan Pemkab Bone. “Itu bukan ke-salahan daerah. Serapan anggaran memang lambat karena kegiatan baru dimulai pada Oktober lalu,” ungkapnya.
Orang Nomor Satu di Bumi Arung Palakka ini menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah itu segera. “Kami upayakan untuk talangi segera karena tidak baik membiarkan hal ini berlarut-larut,” katanya.
Mengenai sumber dana yang akan digunakan menutupi DAK yang mandek itu, direncanakan menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

BACA JUGA  Ditahan KPK, ATT Minta Maaf Ke Warga Sulsel

“Untuk sementara kita akan talangi dulu menggunakan Silpa sambil menunggu. Karena kami yakin sisa DAK itu masih akan turun entah itu pertengahan tahun atau akhir,” ungkapnya.
Namun demikian, Bupati mengaku pihaknya masih harus mempelajari dulu mekanismenya. “Kami harus konsultasikan dulu bagaimana mekanismenya menggunakan Silpa ini untuk mena-langi DAK, apakah dibolehkan atau tidak. Yang jelas pasti ada cara,” tegasnya.

Ditanyai tentang bakal defisitnya anggaran ketika Silpa itu digunakan sebagai dana talangan DAK, Bupati menepisnya. “Saya yakin tidak akan defisit,” katanya.
Sebelumnya, berdasarkan data dari Badan pembangunan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bone, sampai keadaan Triwulan III Tahun Anggaran 2016, Realisasi Anggaran hanya mencapai 41,71 persen atau Rp108.785.925.103, sehingga masih tersisa anggaran Rp148.931.549.786.

Rendahnya serapan anggaran berdampak pada pencairan anggaran triwulan keempat pada Bidang Infrastruktur, Kesehatan dan KB serta Keselamatan Transportasi. Khususnya pada Bidang Infrastruktur seperti pembangunan infrastruktir publik daerah (IPD) berupa pembangunan jalan, jembatan, irigasi, air bersih, sanitasi, dan perumahan.
Sekretaris Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bone, Hj Najamuddin saat ditemui RADAR BONE di ruang kerjanya pekan lalu mengungkapkan keterlambatan penyerapan membuat sejumlah DAK triwulan IV pun terancam hangus.

BACA JUGA  Pendaftaran Lelang Jabatan Ditutup, Pelamar Didominasi Kabag

“Anggaran DAK triwulan IV untuk IPD sebesar Rp7,4 miliar ditambah anggaran Kesehatan dan KB sebesar Rp10,1 miliar terancam hangus,” ungkapnya.
Selain itu, tambah Najamuddin, Anggaran Transportasi sebesar Rp9,6 miliar juga tertunda.
Sementara Kepala DPKAD Kabupaten Bone, Drs A Fajaruddin MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE mengenai hal itu, menegaskan jika sampai saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan republik Indonesia.

“Kemenkeu masih membuka peluang koordinasi sehingga kemungkinan dananya tetap akan kucur meskipun telah menyeberang,” ungkapnya.
Hanya saja, jika DAK tersebut benar-benar hangus, maka tentu saja akan ditalangi Pemerintah Kabupaten Bone melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD.

Click to comment
To Top