Radar Bone

Berita Terkini

Ini Sosok Inchy, Dermawan Cantik Yang Viral Usai Santuni Anak Yatim

RADARBONE.CO.ID–Ningsih atau akrab disapa Inchy, mendadak viral usai menyantuni anak yatim dan berbagi sedekah di tempat kelahirannya di Kelurahan Watangpalakka Kecamatan Palakka. Selain sedekah, Ia juga membuat lomba adzan khusus untuk anak-anak.

Tak banyak yang mengenal Inchy. Ia viral setelah melaksanakan syukuran di tanah kelahirannya di Watangpalakka. Selain sedekah, Inchy sapaan akrabnya juga menggelar berbagai lomba, mulai lomba domino, lomba adzan hingga lomba karaoke. Tak heran, ribuan orang hadir di acara itu.

Apalagi hadiah yang disiapkan tak sedikit. Mencapai puluhan juta rupiah.

Kepada RADAR BONE, perempuan yang murah senyum ini, mengaku lahir dari keluarga yang sederhana. Ia hanya dibesarkan oleh ibunya. Inchy kecil sangat merasakan pahitnya hidup susah.

“Saya lahir dari keluarga yang tidak berada. Saya masih ingat betul saat sekolah, terkadang tak bawa uang jajan,” ujar kepada radarbone.co.id, Senin 20 Januari 2020.

Meski begitu, Ichy tergolong siswi berprestasi di sekolah. Selama duduk di bangku sekolah dasar (SD Inpres 10/73 Bulu Tempe), Inchy selalu meraih juara 1. Pun di tingkat SMP (SMPN 5 Watampone) dan SMA (SMAN 4 Watampone), Inchy tak pernah lepas dari prestasi.

Kehidupan perempuan cantik yang jago puisi ini, mulai berubah saat dirinya hijrah ke Timika Papua. Disana Ia juga membina rumah tangga dengan Ferdinand. Namun keduanya harus dipisahkan oleh tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang.

Suaminya menjadi korban dalam tragedi itu. Ia pun harus membesarkan dua anaknya seorang diri.

Berbekal asuransi dari Boing, Inchy pun berusaha bertahan hidup. Ia menginvestasikan asuransi itu untuk saham emas.

“Prinsip saya, selama kita mau berusaha, pasti bisa,” ujar Inchy.

Inchy mengaku, kesuksesannya karena rajin bersedekah.

“Yakin dan percaya, bersedekah itu tak membuat anda miskin. Malah rezeki akan terus mengalir dari sedekah,” jelasnya.

Ia juga mengaku miris melihat pembangunan di Bone.

“Tak ada perkembangan sama saat saya pulang kampung 10 tahun silam. Jalannya makin sempit dan banyak yang rusak,” tukasnya.

Ia juga mengaku selalu muncul dari lubuk hati yang paling dalam, ingin mengabdi di tanah kelahirannya di Bone.

“Tapi tidak mau terjun di politik. Saya inginnya mengabdi untuk masyarakat. Berguna untuk mereka. Saya sangat bahagia bisa melihat saudara-saudara saya tersenyum,” kuncinya.

Diketahui, selama 3 hari berada di Bone, Ningsih telah berkunjung ke beberapa Panti Asuhan untuk bersedekah, dia juga membuat bermacam pertandingan sebagai hiburan buat warga.

*

Populer

To Top