Ini Tuntutan Pandai Besi di Awangpone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Tuntutan Pandai Besi di Awangpone

Kelompok pandai besi Abbolangnge melakukan aksi unjukrasa di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone, Kamis 8 September kemarin. Mereka mendesak proyek revitalisasi sentra IKM pengolahan logam dihentikan.

PENULIS : BAHARUDDIN – ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Pemindahan lokasi Proyek Revitalisasi Sentra IKM Pengolahan Logam dari Dusun Abbolangnge ke Dusun Bila-bilae, Desa Lappo Ase Kecamatan Awangpone berbuntut panjang.
Kelompok Panre Bessi (Pandai Besi) dari Dusun Abbo-langnge mendatangi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone, Kamis 8 September kemarin.

Mereka menuntut Proyek IKM Pengolahan Logam dihentikan, karena diduga sarat dengan permainan.
“Itu bukan revitalisasi. Karena lokasinya dipindahkan. Dan itu sangat merugikan kami, makanya kami menolak pemindahan lokasi tersebut,” tegas Tahang, salah seorang pandai besi.

Kedatangan demonstran ke Kantor Disperindag tersebut demi untuk menyelamatkan budaya keahlian pandai besi yang sudah turun temurun tekuni Panre Bessi. Ini sekaligus menyelamatkan keuangan negara.
“Selamatkan anggaran, selamatkan pandai besi, selamatkan budaya dan basmi oknum penyalahgunaan anggaran,” teriak mahasiswa yang mendampingi Panre Bessi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone, H Sumardi Sulaiman yang menerima mahasiswa, menegaskan pemindahan lokasi disebabkan karena terkendala legalitas lahan.
“Kami pindahkan ke Bila-bilae, karena tanah yang ditempati di Abbolangnge tidak memiliki sertifikat. Sedangkan di Bila-bilae memiliki sertifikat tanah,” paparnya.

Namun alasan yang disampaikan kadis, tidak diterima pendemo. Mereka tetap mendesak proyek dihentikan, karena proyek tersebut dinilai salah sasaran.  Usai berorasi di Disperindag, demonstran selanjutnya bergerak menuju DPRD Bone.
Para pengunjuk rasa memprotes pengalihan lokasi proyek revitalisasi sentra IKM dari Dusun Abbolange ke Dusun Bilae Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone.

Dikarenakan Anggota DPRD Bone tengah mengikuti Bimtek di Makassar, sehingga aspirasi pengunjuk rasa hanya diterima Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone, Ishan Samin.
Perwakilan pengunjuk rasa, Anto menegaskan, ada empat poin yang menjadi tuntutan.
Pertama, menolak pembangunan proyek revitalisasi sentra pe-ngolahan logam di Dusun Bilae.
Selain itu, warga kata dia juga menuntut pemerintah mengembalikan proyek tersebut pada lokasi yang seharusnya (Dusun Abbolange).

“Kami juga mendesak bupati untuk memberikan instruksi ke Disperindag Bone untuk pelaksanaan proyek yang berkesesuai-an,” ujarnya.
Termasuk kata dia, mendesak Komisi II DPRD Kabupaten Bone merespon secepatnya aspirasi yang dilayangkan tersebut.
Kabag Umum Sekretariat DPRD Bone, Ishan Samin menegaskan, aspirasi tersebut akan segera disampaikan ke pimpinan DPRD Bone. “Namun pada intinya, pe-ngunjuk rasa meminta Komisi II merapatkerjakan persoalan ini bersama Disperindag Kabupaten Bone selaku pelaksana anggaran,” kuncinya.

*ASKAR SYAM

To Top