Ini Warning Bagi Kades di Sinjai – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Warning Bagi Kades di Sinjai

Aparat Desa Pasimarannu saat menjalani pemeriksaan di unit Tipikor Polres Sinjai terkait dugaan penyalahgunaan ADD

Hati-hati Kelola ADD

SINJAI, RB–Pengalokasian Anggaran Dana Desa (ADD) kini dibidik aparat penegak hukum di Kabupaten Sinjai. Apalagi, disinyalir ada penyalahgunaan pada pengalokasian anggaran yang diperuntukkan untuk masing-masing desa di Bumi Panrita Kitta.

Beberapa hari lalu, aparat desa yakni bendahara Desa Passimarannu, Kecamatan Sinjai Timur berinisial Ir, menjalani pemeriksaan disatuan Reskrim Polres Sinjai atas dugaan penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) tahun 2016.

Polisi mencecar bendahara desa tersebut seputar pengalokasian anggaran desa yang diduga bermasalah.
Kanit Tipikor IV Aipda Sapri, SH mengatakan, pemeriksaan bendahara desa dilakukan sekaitan pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ ) 100 persen. Namun fakta di lapangan pekerjaan belum selesai sepenuhnya.

“Kami sudah turun kelapangan melakukan pengecekan terhadap pekerjaan fisik dalam hal penggunaan anggaran dana desa pada tahun 2016 salah satunya pekerjaan pembangunan tanggul pemecah ombak yang terletak di Dusun Passahakue. Namun kami masih dapati masih ada pekerjaan fisik yang belum selesai 100 persen, akan tetapi dalam LPj mereka laporkan sudah rampung,” ungkap Aipda Sapri.

Sementara Bendahara Desa Passimarannu (Ira) yang dicoba dikonfirmasi oleh media justru naik pitam.
“Kenapa kita mau tauki sedangkan bukan kita yang periksa, kutauji itu kenapaki ada disini,” teriaknya dengan nada ketus.

Tidak hanya kepolisian, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai, turut memeriksa sejumlah kepala desa di Kabupaten Sinjai, terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa.

Kasi Intel Kejari Sinjai, A Parawansamengungkapkan, beberapa kepala desa sudah diperiksa terkait dugaan penyimpangan pengunaan dana desa. Salah satunya, Kades Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur, Ambo Tuo.

“Kami sudah memeriksa Kades Lasiai dan menyita sejumlah dokumen untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan,” ungkap mantan Kasi Pidsus Pinrang ini.

Sementara Ambo Tuo Kepala Desa Lasiai membenarkan pemeriksaan atas dirinya. Namun tidak benar dirinya menyerahkan dokumen ke kejaksaan

“Iya saya sudah dipanggil satu kali untuk diperiksa, pernah memang pihak kejaksaan meminta dokumen tapi tidak saya kasih. Kemudian juga anggaran yang dimaksud kondisinya pada saat transisi peralihan kepala desa sebelumnya ke saya,” cetus Kades Lasiai yang akrab disapa Bob.

*ASKAR SYAM

To Top