Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Tata Rasyid Sahabat Para Pendaki Kini Telah Tiada – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Tata Rasyid Sahabat Para Pendaki Kini Telah Tiada

Tata Rasyid juru kunci Gunung Bawakaraeng saat mengantar mahasiswa yang hendak menjelajahi gunung yang terkenal ekstrem di Sulsel itu.

Juru Kunci Gunung Bawakaraeng, Pejuang Lingkungan Yang Dicintai Kalangan Pendaki

PENULIS : ASKAR SYAM

SINJAI, RB–Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti segenap komunitas pecinta alam. Tata Rasyid (80 thn), sang penjaga Gunung Bawakareng sekaligus sahabat kalangan pencinta alam, meninggal dunia pada Senin dini hari, 13 Maret 2017, sekira pukul 00.25 Wita.

Info meninggalnya sosok yang dikenal sangat dekat dengan para pecinta alam ini, dipastikan oleh para keluarganya, termasuk istrinya yang dihubungi via telepon.

Beberapa waktu lalu, Tata Rasyid memang sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Islam Faisal. Meski demikian, kondisinya yang membaik membuat pihak rumah sakit mengizinkannya untuk rawat jalan.

Menantu Tata Rasyid, Rian mengatakan, almarhum meninggal dunia lantaran sakit yang ia derita sejak lama. Tata Rasyid selama ini diketahui menderita penyakit gula kering. Ia bahkan baru saja menjalani operasi untuk penyedotan cairan di bagian dada.

BACA JUGA  Regulasi Memberatkan, Pemda Pasrah

Tata Rasyid saat ini disemayamkan di rumah duka di Malino, Kabupaten Gowa. Belum ada keterangan dari pihak keluarga mengenai kapan dan dimana Tata Rasyid akan dikebumikan.

Tata Rasyid adalah tokoh masyarakat di Lembanna. Desa yang terletak di kaki Gunung Bawakaraeng tersebut, merupakan jalur favorit para pendaki yang hendak melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng.

Tata Rasyid selama ini seringkali memberi bantuan termasuk mengantar serta menolong para pendaki yang mengalami masalah di Gunung Bawakaraeng.

“Selamat jalan Daeng Tata Rasyid. Jasamu akan selalu kami kenang. Pengabdianmu yang tak terhingga menjaga Gunung Bawakaraeng akan selalu kami ingat. Setidaknya beliaulah panutan kami,” tulis Hendra Mahasiswa Pencinta Alam di Bone di akun facebook miliknya.

*

 

Click to comment
To Top