Irda Temukan Proyek Bermasalah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Irda Temukan Proyek Bermasalah

ilustrasi

Soal Dugaan Penyalahgunaan ADD di Desa Maddenrengpulu

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pihak Inspektorat Daerah (Irda) enggan membeberkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) audit penggunaan alokasi dana desa (ADD) di Desa Maddenrengpulu Kecamatan Patimpeng.
Auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Bone, Arsad mengatakan pihaknya memiliki mekanisme dalam menyampaikan LHP pada suatu kasus yang ditangani. Selain itu, lanjut Arsad LHP pada kegiatan audit penggunaan AD di Desa Maddenrengpulu, Kecamatan Patimpeng masih dalam tahap finalisasi.

“Nanti secara tertulis kami akan mengirimkan kepada camat Patimpeng. Masalah laporan hasil pemeriksaan sementara prosesnya sudah masuk tahap finalisasi. Proses laporan itu, setelah pemeriksaan dilakukan ekpose secara internal bersama tim. Selanjutnya ekspose di hadapan pimpinan, baru dilakukan finalisasi.
Supaya LHP itu lahir benar-benar hasil kajian,” ungkap Arsad dalam rapat kerja Komisi I DPRD Bone, Selasa, 2 Mei kemarin.

Namun demikian, Arsad memastikan, bahwa dari hasil pemeriksaan di lapangan ditemukan proyek 2016 di Desa Maddenreng tidak berjalan.  “Kalo berdasarkan fakta-fakta hasil pemaparan ekspose kemarin. Memang ditemukan ada beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan. Berdasarkan fakta ini kemudian kami kaji. Ada dua kemungkinan kegiatan ini tidak terlaksana, dananya tidak ada.

Yang kedua ada dana sudah dicairkan, tapi belum diketahui sudah dipertanggungjawabkan secara administrasi atau tidak. Yang jelas secara realisasi fisik ada memang kegiatan yang tidak dilaksanakan,” tegas Arsad.
Camat Patimpeng, A Abdul Rasyid yang turut hadir dalam rapat kerja itu, membeberkan Kades Maddenrengpulu, Nur Alam belum mengerjakan proyek yang terbengkalai sesuai dengan hasil rekomendasi rapat Komisi I beberapa waktu lalu.

“Sesuai hasil rapat lalu, kami selalu turun ke Desa Maddenrengpulu untuk melihat apa yang dilakukan kepala desa, tapi ternyata setelah dua bulan berlalu tidak kegiatan yang dilaksanakan,” jelas Rasyid.
Rasyid mengakui dirinya sulit untuk mempertanyakan hal itu, karena kades setempat tidak pernah muncul. “Saya juga selalu hubungi berkali-kali HP-nya tapi tidak pernah aktif,” beber Rasyid.

Karenanya roda pemerintahan, sambung Rasyid untuk sementara dihandle sekretaris desa. “Jadi saya bilang ke sekdes, jika ada yang prinsip tolong dilanjutkan ke kecamatan untuk didiskusikan. Jika tak bisa diselesaikan kita teruskan ke kabupaten. Tapi Alhamdulillah, pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar,” paparnya.

Ketua BPD Maddenrengpulu mengatakan di hadapan inspektorat yang turun melakukan audit, kades berjanji untuk menyelesaikan proyek yang mandek. Namun faktanya sampai saat ini belum ada yang dikerja.

“Kepala desa membuat surat pernyataan kepada inspektorat untuk menyelesaikan bangunan gorong-gorong dan rabat betonnya. Tapi sampai saat ini belum ada yang dikerja. Apalagi yang dua lainnya sama sekali belum dikerja,” paparnya.

Dia menambahkan pihaknya juga sudah meminta print out pencairan dana di bank. Pasalnya, kades bersangkutan menyatakan bahwa dana 2016 belum dicairkan. Namun demikian print out pencairan dana tak kunjung diberikan, hingga akhirnya menghilang.

Informasi yang dihimpun RADAR BONE menyebutkan, dana desa untuk proyek fisik yang dikelola kades setempat berkisar Rp600 juta. Namun demikian, yang digunakan baru berkisar Rp107 juta. Dari empat proyek yang dilaksanakan di 2016, dua proyek belum tuntas, sedangkan dua proyek lainnya tidak dilaksanakan.

*

Click to comment
To Top