Izin Travel Nakal di Bone Terancam Dicabut – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Izin Travel Nakal di Bone Terancam Dicabut

RADARBONE.CO.ID–WATAMPONE, RB–Kementerian Agama Kabupaten Bone pun gerah dengan ulah penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang merugikan masyarakat. Kemenag berharap agar travel nakal segera dicabut izinnya.

Travel Rindu Ka’bah yang diduga telah melakukan penipuan kepada masyarakat melalui promo umrah murah terancam izinnya dicabut.

Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Bone, H Anwar menegaskan, pihaknya segera melaporkan ulah travel tersebut ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulsel.

“Persoalan ini, kami akan laporkan ke Kanwil. Karena yang berhak memberikan sanksi adalah Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel. Dan kalau travel ini (Rindu Ka’bah) terbukti maka izinnya pasti akan dicabut,” tegasnya.

Anwar mengakui Travel Rindu Ka’bah yang berkedudukan di Makassar bukan kali ini saja berulah.
Pada 2014, travel ini juga bermasalah denganpromo umrah biaya murah yang ditawarkan, sehingga banyak masyarakat yang dirugikan.

Hanya saja, kata Anwar, kasus tersebut tak pernah dituntas. “Kasus travel Rindu Ka’bah dengan biaya murah sebenarnya sudah lama terjadi. Kalau tidak salah sejak tahun 2014 lalu.
Akan tetapi sampai saat ini belum juga menemukan titik terang,” beber Anwar saat ditemui RADAR BONE, Senin, 11 September kemarin.

Diakui Anwar, di Kabupaten Bone, Travel Rindu Ka’bah ini melibatkan kolektor (Calo) bernama H Nasaruddin. Nasruddin sendiri di kalangan Kemenag dikenal sebagai pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Fatah. “H Nasaruddin yang selama ini membantu jemaah untuk berangkat umrah menggunakan travel Rindu Ka’bah untuk pemberangkatan jemaahnya. Akan tetapi, pimpinan travel tersebut melarikan diri, yang mengakibatkan banyak warga yang mengalami kerugian,” jelas Anwar.

Lebih jauh Anwar mengatakan, meski travel tersebut jelas-jelas merugikan masyarakat, namun pihak Kementerian Agama Kabupaten Bone, kata Anwar juga tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, izin travel umrah dikeluarkan oleh kantor wilayah dan kantor pusat, sehingga kewenangan pemberian sanksi ada pada kanwil. “Kalau ada persoalan seperti ini (Pengaduan masyarakat) kami hanya melaporkan ke kanwil, nanti pihak kanwil yang memberikan sanksi,” urai Anwar.

Anwar menambahkan sesuai dengan data terbaru penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi yang diterima dari kanwil, nama Travel Rindu Ka’bah tidak tercantum di dalamnya. “Tahun ini, travel resmi yang diberikan izin di Sulsel hanya 45 saja. Dan saya lihat dalam daftar tersebut, travel Rindu Ka’bah sudah tidak ada lagi,” ungkap Anwar.

Namun demikian, Anwar berharap agar pihak kepolisian mengusut tuntas travel nakal tersebut. “Untuk wilayah Kementerian Agama, sanksi yang diberikan kepada pihak travel hanya sebatas pencabutan izin saja. Sedangkan pidananya itu diserahkan kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepolisian Resort Bone menyatakan telah menerima informasi terkait dugaan penipuan berkedok promo umrah murah. Polisi pun mulai melakukan penelusuran terhadap travel yang merugikan warga tersebut.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi mengaku telah mendengar informasi terkait dugaan penipuan melalui promo umrah murah. Hanya saja, sejauh ini, kata Kadarislam belum ada korban melapor.
“Informasi memang ada, dan jika benar itu terjadi akan kami usut,” kata Kadarislam saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 11 September kemarin.

Diakui Kadarislam pihaknya sudah melakukan penelusuran untuk mengumpulkan bahan keterangan dari para korban, termasuk menelusuri travel tempat mereka mendaftar. “Masih dilakukan penelusuran,” tambahnya.

Mengenai pengakuan salah satu korban, yakni Marhana Hasry yang melapor ke Polres Bone pada 2014, namun hingga kini tak ada tindaklanjut atas laporannya.

Kadarislam menegaskan segera mengecek laporan dimaksud. “Kami akan mengecek ulang laporan tersebut,” janji Kadarislam.

*

Click to comment
To Top