Jalan Rusak, Warga Labotto Juga Dihantui Abrasi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Jalan Rusak, Warga Labotto Juga Dihantui Abrasi

Sebagian warga Labotto menekuni aktvitas budidaya rumput laut. Ini karena wilayah mereka menyatu dengan pantai. Abrasi mengancam permukiman warga setempat. Jika tidak segera ditangani, rumah warga terancam terseret ke laut.

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Abrasi pantai yang melanda Desa Labotto Kecamatan Cenrana sejak lama, hingga kini bertambah parah. Setiap tahun garis pantai di kawasan ini terkikis hingga 1,5 meter. Jika tidak segera ditangani, diprediksi dalam waktu 6-7 tahun ke depan, Labotto tenggelam.

Desa Labotto merupakan salah satu dari 15 desa yang ada di Kecamatan Cenrana. Untuk mencapai desa ini bisa ditempuh dengan jalur darat sepanjang 50 km ibukota Kabupaten Bone dan 13 km dari ibukota kecamatan. Desa ini didiami 400 kepala keluarga yang hidup dengan tiga mata pencaharian utama, yakni bertani, beternak dan budidaya rumput laut. Tak heran jika desa ini juga dikenal sebagai penghasil rumput laut berkualitas baik. Sayangnya, keberadaan desa ini terancam tenggelam, seiring makin parahnya abrasi pantai yang terjadi.

Kepala Desa Labotto, Hamzah kepada RADAR BONE menuturkan desanya sudah dilanda pengikisan garis pantai sejak lama. “Sudah ada 40 meter garis pantai yang terkikis. Setiap tahunnya itu terkikis antara 1 meter hingga 1,5 meter,” kata Hamzah.

Hamzah mengakui dari tiga dusun yang ada di Labotto, yakni Dusun Tonjongnge, Dusun Polewali dan Dusun Labotto. Namun dua dusun terakhir, yakni Polewali dan Labotto adalah yang terparah terkena abrasi. “Jadi, 10 meter lagi terjadi pengikisan maka tenggelam kampung,” jelas Hamzah.

Erosi yang terjadi di Pantai Labotto dibenarkan Anggota DPRD Bone, A Muh Idris Alang. Ketua Komisi II mengakui dirinya pernah meninjai lokasi dalam kunjungan kerja beberapa hari lalu. Andi Alang, panggilan akrab politisi Partai Golkar itu menuturkan, ada sekira 400 rumah yang terancam tenggelam akibat abrasi pantau di desa itu.

“Bahkan air laut sudah masuk ke kolong rumah milik warga. Ini menjadi ancaman jika tidak segera diatasi,” ungkap Idris Alang kepada RADAR BONE, beberapa waktu lalu.

Olehnya itu kata dia, perlu ada upaya kongkret yang dilakukan SKPD terkait untuk mengatasi pengikisan garis pantai. Idris Alang memprediksi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tanggul itu mencapai miliaran rupiah.

“Karena ada 2 kilometer panjang pantai yang terkena abrasi. Jadi untuk membangun tanggul sepanjang 2 kilometer tersebut, membutuhkan anggaran miliaran,” kuncinya.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk anggaran penanggulangan abrasi di kawasan tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin menyebutkan, anggaran yang diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai Rp50 miliar.

“Itu baru usulan, belum ada keputusan final dari kementerian kelautan apakah disetujui atau tidak,” ungkapnya kepada RADAR BONE, usai menghadiri paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Bone, Kamis 6 April lalu.
Namun, Komisi III bersama pemerintah daerah lanjut dia, akan terus berupaya agar usulan anggaran tersebut, bisa terealisasi di Tahun 2018.

“Karena memang, abrasi di pesisir Labotto sudah sangat memprihatinkan. Namun disisi lain, garis pantai yang akan dibuatkan tembok pemecah gelombang, juga sangat panjang. Itu yang menyebabkan anggaran yang dibutuhkan sangat besar,” tegasnya.

Senada diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bone, H Abd Hamid. Politisi Partai Gerindra itu menyebutkan, perlunya pembangunan tembok pemecah gelombang di kawasan itu.
Hamid menambahkan, selain tembok pemecah gelombang, jalur menuju kawasan Desa Labotto juga mendesak dibangun.

“Pembangunan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu akses vital masyarakat menuju ibu kota kecamatan maupun ke sejumlah obyek vital lainnya. Termasuk ke SMAN 2 Cenrana,” tutupnya. (*)

To Top