Jangan Sakit Di Akhir Pekan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Jangan Sakit Di Akhir Pekan

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Jangan sakit di akhir pekan. Kalimat ini kerap dilontarkan pasien saat berobat di puskesmas maupun rumah sakit pada akhir pekan. Betapa tidak, di hari libur tersebut, dokter juga kerap libur. Tak pelak, pasien harus pulang tanpa mendapat pelayanan dokter.
Kondisi ini dialami salah seorang warga di Dua Boccoe, Jumadil.

Jumadil tak bisa berbuat banyak ketika orang tuanya mengeluh sakit tepat di hari Minggu, dua pekan lalu.
“Kebetulan bapak saya mau berobat karena merasa tidak enak badan. Namun tidak bisa dilayani karena dokternya tidak ada. Kata perawat, kalau hari Minggu memang tidak dokter yang berjaga,” ungkapnya.

Menurut dia, tutupnya pelayanan dokter di hari libur sudah menjadi rahasia umum. “Makanya ada istilah dilarang sakit kalau hari Minggu,” sindirnya.

Kepala Puskesmas Dua Boccoe, dr Irmayani yang dihubungi RADAR BONE, malam tadi, mengatakan dokter yang bertugas di dua puskesmas di Dua Boccoe, jam kerjanya hanya sampai Sabtu.

“Memang kita bukan puskesmas rawat inap. Status puskesmas di Dua Boccoe itu hanya rawat jalan. Terkecuali jika pasien kasus kecelakaan atau persalinan ada ruang khusus UGD,” jelasnya.

Kalau memang ada pasien yang membutuhkan penanganan khusus lanjut Irma, bisa langsung dirujuk ke RSUD Tenriawaru.

“Apalagi kita di puskesmas terbatas alkes (Alat Kesehatan). Jadi di puskesmas kami bukan rawat inap untuk pasien umum,” jelasnya.

Sesungguhnya tak cuma akhir pekan, dokter puskesmas sulit dijumpai. Pada hari kerja pun tak jarang dokter mangkir.

Diberitakan sebelumnya, pasien di Puskesmas Bajoe mengeluhkan pelayanan dokter. Pasalnya, selain dokter jarang di tempat, juga kerap terlambat masuk kantor.

Salah seorang warga setempat, Ida membeberkan kerap menjumpai dokter yang bertugas di Puskesmas Bajoe cuma orang.

Selain itu, durasi pelayanan dokter terhadap pasien juga sangat singkat, sehingga tak jarang banyak pasien pulang tanpa diperiksa dokter. “Biasa cuma sampai pukul 09.00 Wita, dokternya sudah tidak ada,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Emmang. Menurut dia antrean panjang kerap kali terjadi, karena dokter yang bertugas terbatas, sementara warga yang hendak berobat cukup banyak.

“Kita serba salah. Datang pagi-pagi dokternya belum datang. Begitu datang belakangan dokternya sudah pulang. Pernah juga tidak ada dokter,” keluh Emmang.

Keluhan pasien di Puskesmas Bajoe tersebut memuncak pada, Selasa, 1 Agustus lalu.
Pasien di Puskesmas Bajoe sempat ribut memprotes pelayanan dokter yang cukup singkat.

Informasi yang dihimpun RADAR BONE menyebutkan, sesungguhnya Puskesmas Bajoe tidak kekurangan dokter. Puskesmas ini memiliki tiga dokter, yakni dr Kiki Yuliana, dr A Resky Soraya dan dr A Isra Salahuddin. Dua dokter terakhir disebut-sebut keluarga dekat pejabat teras di daerah ini. Hanya saja, ketiga dokter tersebut jarang hadir lengkap di puskesmas.

Kepala Puskesmas Bajoe, Abdullah Sebe yang dikonfirmasi RADAR BONE tak menampik adanya keluhan pasien terkait pelayanan dokter.

Hanya saja, terkait dugaan dokter jarang berkantor Abdullah mengelak. “Kalau soal pasien mengeluh biasa ada. Tapi jika dikatakan dokter malas berkantor juga tidak seperti itu. Mungkin karena pasiennya ingin cepat dilayani, tapi kebetulan dokter tidak lengkap, itu bisa saja terjadi,” tutur Abdullah.
Keluhan dokter sulit dijumpai di akhir pekan, juga kerap dialami pasien di RSUD Tenriawaru.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top