Radar Bone

Berita Terkini

Jarang Difungsikan, Ternyata Operasional Air Mancur Mahal

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Besarnya biaya operasional menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Dinas Perkintan) jarang menfungsikan taman air mancur.

Dalam sebulan, biaya operasional yang harus dikeluarkan mencapai Rp20 sampai Rp30 juta.
Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan Dinas Perkintan Kabupaten Bone, A Syamsu Alam mengatakan, biaya operasional tersebut berdasar pada pemakaian listrik.

“Semakin lama air mancur menyala, semakin besar pula biaya listrik yang digunakan,” ungkapnya kepada RADAR BONE, kemarin.

Ia menyebutkan, waktu air mancur ditangani pihak ketiga, besaran biaya operasional yang dikeluarkan bisa mencapai Rp30 juta. “Itu untuk listriknya saja. Kalau sekarang saya tidak tahun nominal pastinya karena pembayarannya sudah dibebankan semua ke pemda. Tapi kemungkinan besar masih di kisaran itu (Rp20 sampai Rp30 juta),” jelasnya.

Sejak Januari ini, air mancur hanya difungsikan dua kali seminggu. Namun itu tidak rutin. Terkadang dalam sebulan, hanya empat kali difungsikan.

Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bone, A Hasanuddin mengaku, belum merinci besaran biaya yang dikeluarkan untuk operasional air mancur taman bunga.

“Tapi biasanya, beban listrik yang dibayar setiap bulan,” ujarnya. “Kalau untuk berapa beban yang dibayar, besok saya cek dulu,” tutupnya.

Terpisah, praktisi sosial, Rahman Arif menilai proyek yang dibangun pemerintah kabupaten, lebih banyak yang mubazir. “Contohnya taman air mancur ini. Tujuan dibangun kan, sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. Tapi bukannya menghibur justru air mancur ini kesannya proyek mubazir yang dibangun dinas terkait,” kritik Rahman.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tak boleh beralasan operasional yang mahal. “Buat apa dibangun, kalau tidak mampu bayar operasionalnya,” tukasnya.

Apalagi lanjut Rahman, saat dibangun, pemerintah daerah mengklaim air mancur menari akan menjadi ikon Bone. “Ikon yang mana?. Difungsikan saja jarang. Apakah proyek mahal, hanya untuk dipajang,” tegasnya.

Apalagi taman air mancur dibangun menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Total Rp2,5 miliar dari APBD 2016 yang dialokasikan untuk membangun air mancur menari taman bunga.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top