Jelang Hari Jadi Bone, Kotoran Sapi Kian Bertebaran – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Jelang Hari Jadi Bone, Kotoran Sapi Kian Bertebaran

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Bertahun-tahun sapi berkeliaran dalam kota. Tak hanya membahayakan pengguna jalan, ternak liar ini juga meninggalkan kotoran yang bertebaran di atas aspal. Sapi berkeliaran tak hanya ditemukan di pinggir kota, tapi sudah merambahkan wilayah ring satu Bumi Arung Palakka. Kawasan rujab bupati dan sekitarnya tak jarang ditemukan sapi melenggang bebas tanpa ditertibkan. Parahnya, kehadiran sapi-sapi dalam kota ini, tak hanya membahayakan pengguna jalan, tapi juga meninggalkan jejak kotoran yang tak sedap dipandang. Beberapa ruas jalan dalam kota menjadi langganan tumpahan kotoran sapi. Kotoran sapi ini pun menjadi bunga-bunga aspal di pagi hari. Adapun ruas jalan dalam kota yang menjadi langganan kotoran sapi, yakni Jl Jenderal Sudirman, Jl Gunung Latomojong, Jl Makmur, Jl Gunung Wijaya, Jl DI Panjaitan, Jl Bhayangkara, Jl Gunung Bawakaraeng, Jl Sungai Citarum dan Jl Sungai Saddang.

Salah seorang warga Jl Jenderal Sudirman, Anita mengakui setiap malam dirinya menjumpai segerombolan sapi berkeliaran di jalan.
“Memang setiap malam ada sapi di sini dalam jumlah banyak, dan ini cukup mengganggu dengan adanya kotoran sapi yang bertebaran, apalagi di sini dekat dengan warung makan. Dan bukan hanya sapi tapi kambing juga ada,” ungkap Anita, beberapa waktu lalu. Anita menyayangkan belum ada langkah kongkret dari pemerintah untuk mengantisipasi sapi berkeliaran, termasuk kotoran sapi yang bertebaran di jalan.

“Setiap hari ada petugas kebersihan lewat namun dilihat lihat saja, kalau bukan kami yang bersihkan, ya dibiarkan begitu saja,” jelasnya. Warga lainnya Ismail mengharapkan perlu ada antisipasi pemerintah daerah terhadap kotoran sapi yang bertebaran di atas aspal. “Ini sudah perlu ada tindakan serius untuk mengatasi ini. Karena kotoran sapi ini sudah merusak pemandangan kota. Sedih melihat daerah kita seolah tak terurus begini,” ungkapnya.

Warga lainnya, Amir mendesak Satpol PP untuk bertindak tegas untuk mengatasi sapi berkeliaran dan kotoran sapi.”Kalau sudah diperingati tapi tak diindahkan harus diikuti tindakan tegas. Jika tak ada sanksi yang diperlihatkan jangan harap kota bebas dari kotoran sapi,” kata Amir.

Pemerhati Sosial, Rahman Arif menyayangkan pemerintah daerah belum bisa keluar dari persoalan-persoalan sepele, seperti mengatasi ternak sapi yang berkeliaran dalam kota. “Di usia Bone yang menginjak ke-689, sangat disayangkan pemda belum bisa keluar dari persoalan seperti itu (Sapi berkeliaran). Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kita miris melihat kotoran sapi setiap pagi bertebaran di jalan. Daerah ini seolah tak terurus,” kata Rahman.

Belum lagi kerusakan yang ‘mengepung’ kota, tambah Rahman membuat wajah kota semrawut. “PKL tak yang tertata baik, banyak jalan yang rusak dan sapi berkeliaran plus kotorannya. Semakin semrawutlah wajah kota ini,” beber Rahman. Lanjut Rahman, slogan ‘Ayo ke Bone’ yang digaungkan pemerintah daerah seharusnya diikuti dengan perbaikan infrasktruktur dan penataan kota. “Sulit dibayangkan jika orang ramai-ramai ke Bone, kemudian yang didapati jalan rusak dan tahi sapi bertebaran di jalan,” kunci dia.
Sekretaris Badan Satpol PP Kabupaten, Agus mengatakan pihaknya sudah berkali-kali menyurati pemilik ternak melalui pemerintah kecamatan. Namun kenyataan pemilik ternak tetap saja membiarkan ternaknya berkeliaran dalam kota.

“Kami tidak tahu apakah pemerintah setempat telah menindaklanjuti atau belum, karena kami hanya sebatas pendekatan saja kepada peternak, karena belum bisa kami memberikan sanksi. Dimana di instansi kami belum ada penyidiknya. Makanya selama ini kami hanya melakukan pendekatan kepada pemilik ternak,” kata Agus.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top