JPU Ajukan Banding – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

JPU Ajukan Banding

Majelis Hakim PN Watampone saat membacakan vonis terhadap Muhlis, terdakwa kasus pembunuhan bidan cantik, Harmawati, Senin, 17 April lalu.

Vonis Muhlis Ringan

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bone akhirnya mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim yang memvonis Muhlis, terdakwa kasus pembunuhan calon bidan, Harmawati selama empat tahun penjara.

Vonis terhadap Muhlis tersebut jauh di bawah tuntutan JPU, yakni 12 tahun penjara.
Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamzah SH yang dikonfirmasi RADAR BONE, Kamis 20 April mengatakan, pihaknya telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Secara resmi kami melayangkan banding atas putusan pengadilan,” kata Adnan. Diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Watampone telah menjatuhkan vonis terhadap Muhlis pada Senin, 17 April lalu.
Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Panji Prahistoriawan Prasetyo, SH ini memvonis terdakwa Muhlis empat tahun penjara.

Hukuman empat tahun penjara tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya mengajukan tuntutan 12 tahun penjara. Lanjut Adnan juga terdapat perbedaan penerapan pasal.
Sebelumnya, kata Adnan pihaknya menuntut 12 tahun penjara dengan asumsi, bahwa terdakwa memenuhi atau melanggar pasal 338 tentang pembunuhan.

“Hakim dalam putusannya, dalam pertimbangannya menyatakan yang terbukti adalah pasal 351 ayat 3, itu penganiayaan yang mengakibatkan mati. Sama-sama mengakibatkan mati tetapi apakah kematian itu dihendaki atau tidak itu berbeda.

Pasal 338 kematiannya dikehendaki, pasal 351 itu bukan dikehendaki, dia hanya menyebabkan penderitaan tetapi akhirnya menyebabkan orang meninggal dunia. Jadi ada perbedaan penerapan pasalnya itu,” kata Adnan.

Sementara pihak keluarga Muhlis pasrah menerima keputusan majelis hakim tersebut. “Saya hanya bisa pasrah, dan serahkan semuanya pada hukum,” ujar orangtua Muhlis sambil menangis.

Diketahui, pada Senin,15 Agustus 2016, warga Desa Lappa Bosse Kecamatan Kajuara digegerkan dengan penemuan gadis cantik yang belakangan diketahui bernama Harmawati alias Arma.

Kegegeran warga makin bertambah takkala mengetahui pembunuh gadis tersebut adalah seorang oknum polisi yang merupakan warga Lappa Bosse bernama Bripda Muhlis yang bertugas di Mapolda Sulsel.
Muhlis tega menghabisi pacarnya karena cemburu.

Click to comment
To Top