Kabar Gembira Buat Guru Honorer Bersertifikasi. TPG Segera Dibayarkan Kemendikbud – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kabar Gembira Buat Guru Honorer Bersertifikasi. TPG Segera Dibayarkan Kemendikbud

RADARBONE.CO.ID–Komisi IV DPRD Bone, menggelar kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin 9 Juli kemarin. Komisi IV mengkonsultasikan terkait tunjangan sertifikasi guru honorer yang belum dibayarkan. “Alhamdulillah, berkat perjuangan Komisi IV, sertifikasi guru honorer yang telah lama ditunggu-tunggu, akan dibayarkan oleh Kemendikbud dalam waktu dekat,” tulis kabag persidangan, Ishan Samin yang mendampingi anggota komisi IV di Kemendikbud RI.

Anggota komisi IV, diterima langsung Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Wisnu Aji. Anggota Komisi IV DPRD Bone, Indra Jaya menambahkan, Tunjangan Profesi Guru (TPG) honorer akan segera dibayarkan. “TPG yang akan dicairkan, untuk triwulan I dan II,” ungkap Indra Jaya kepada RADAR BONE usai konsultasi di dirjen guru dan tenaga kependidikan Kemendikbud.

Indra merinci, jumlah guru non PNS yang bersertifikasi, sebanyak 638 orang. Guru non PNS yang sudah menerima tunjangan triwulan I kata Indra, sebanyak 216 orang. “Sisanya sementara dalam proses. Ini hasil konsultasi kami di di Dirjen tadi,” ujarnya. Termasuk kata Indra, sisa TPG guru golongan 2, tidak ada alasan Dinas Pendidikan tidak membayarkan. “Itu hak mereka (Guru golongan 2,red). Tinggal Disdik harus melaporkan secara online ke kementerian terkait berapa jumlah yang sudah terbayarkan dan berapa yang belum,” pungkasnya.
Komisi IV tegas Indra, akan mengawal proses pembayaran TPG guru honorer.

“Ini perintah Kemendikbud jadi tidak ada alasan tidak dibayarkan,” tukasnya. Diberitakan sebelumnya, SK Dirjen guru non PNS yang mengajar di sekolah negeri telah diterbitkan Kemendikbud. Hanya saja, tunjangan sertifikasinya hingga saat ini belum juga ditransfer masuk ke rekening para guru.  Salah satu guru yang enggan dikorankan namanya mengaku bingun. Karena ia sudah datang di Bank BRI untuk melakukan pengecekan dana di rekeningnya, akan tetapi pihak bank meminta para guru harus melampirkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan.
“Kami sudah datang di Bank, cuma nomor rekening yang tertera di SK Dirjen sudah tidak aktif lagi. Pada saat kita mau cek saldo, pihak bank meminta kami melampirkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya saat bertandang di kantor Dinas Pendidikan.

Hal serupa juga diungkapkan Azis. Istrinya sudah berapa kali ke Bank BRI untuk melakukan pengecekan tapi hingga saat ini dananya belum ada yang masuk. “Padahal SK Dirjen istri saya sudah terbit,” katanya.  Sementara Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Drs H Ibrahim Yukkas ST MSi mengaku sudah konsultasi dengan pihak Kementerian.
Dari hasil konsultasi, terdapat 21 ribu rekening guru se Indonesia bermasalah. Ada yang tidak aktif, termasuk guru yang belum punya rekening.

“Bagi guru yang tidak aktif rekeningnya, dan belum memiliki rekening akan dibukakan rekening baru oleh BRI Pusat. Bahkan suratnya telah dibuat Kemendikbud, sisa dikirim ke BRI Pusat,” ungkapnya.  Para guru non PNS yang telah bersertifikasi dan telah terbit SK Dirjennya tidak perlu khawatir, tunjangan sertifikasinya pasti akan dibayarkan. “Cuma butuh proses,” katanya.
Pihak Dinas Pendidikan tidak bisa berbuat banyak, karena tugasnya hanya mengusulkan penerbitan SK Dirjen saja. Setelah SK Dirjen terbit, pembayaran tunjangan sertifikasi guru menjadi kewenangan Kemendikbud.  “Nanti setelah dananya ditransfer, baru kita berikan rekomendasi kepada guru untuk melakukan pencairan dana di Bank,” imbuhnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top