Kades Nagauleng Akui Diperiksa Berkali-kali – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kades Nagauleng Akui Diperiksa Berkali-kali

Soal Dugaan Pungli Prona

RADARBONE.CO.ID_CENRANA–Kepala Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Hamzah angkat bicara terkait kasus dugaan pungutan liar program sertifikat tanah gratis (Prona) tahun 2011 di desanya. Hamzah yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 1 Agustus kemarin mengakui telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Hanya saja, ia tidak ingat sudah berapa kali memenuhi panggilan penyidik.

“Yah memang benar sudah beberapa kali penuhi panggilan polisi. Bukan hanya saya, tapi juga para panitia,” ungkap Hamzah.

Ditambahkan Hamzah program sertifikat tanah (Prona) 2011 sesungguhnya bersifat gratis. Namun demikian, kata Hamzah ada beberapa biaya yang harus ditutupi seperti pembelian patok dan materai.

Karenanya untuk penarikan biaya patok dan materai tersebut, sambung Hamzah digelar musyawarah membahas hal tersebut dengan mengumpulkan masyarakat penerima bantuan.

“Saya tidak tahu persis bagaimana kegiatan rapat tersebut, begitupun dengan pembayaran,” elaknya.
Diberitakan sebelumnya, pihak Polres Bone masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pungutan liar prona yang dilakukan Kepala Desa Nagauleng, Hamzah.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi dikonfirmasi mengatakan proses penyelidikan masih berjalan. “Informasi adanya dugaan pungutan di desa (Nagauleng) tersebut masih kita lakukan penyelidikan,” katanya.

Kadarisman menyatakan pihaknya berupaya segera menuntaskan kasus tersebut.
Informasi dari pelapor menyebutkan uang masyarakat yang terkumpul dari kegiatan prona di Desa Nagauleng sebesar Rp20 juta. Sebanyak Rp10 juta diantaranya merupakan pembayaran patok dan Rp6 juta untuk materai. Sedangkan sisanya Rp4 juta tak jelas peruntukannya.

“Sisanya Wallahuallam dikemanakan. Tetapi terpulang dari itu, dikemanakan atau diapakan lebihnya, kita perlu yakini bahwa prona telah dibiayai oleh negara, melalui Badan Pertanahan Kabupaten Bone,” tegas Ardi, pelapor kepada RADAR BONE via pesan WhatsApp, Kamis 27 Juli lalu.

*

To Top