Kades Pattiro Sompe di Bone, Digarap Kejaksaan. Diduga Pungli Prona – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kades Pattiro Sompe di Bone, Digarap Kejaksaan. Diduga Pungli Prona

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kejaksaan Negeri Bone  mencium dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan sertifikat tanah prona 2007 di Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue.

Kejaksaan Negeri Bone telah memeriksa 30 orang saksi terkait kasus dugaan pungli prona 2007 di Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue. Informasi yang diperoleh kejaksaan warga setempat dimintai biaya bervariasi untuk mengurus sertifikat tanah gratis tersebut, mulai Rp300 ribu, Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Dugaan praktik pungli yang dilakukan Kepala Desa Pattiro Sompe, Andi Mappatokkong SE ini ditindak lanjuti kejaksaan. Kejari Bone menurunkan

Seksi Intel untuk melakukan penggeledahan di kantor desa setempat, Rabu, 19 Juli kemarin sekira pukul 14.00 Wita.

Penggeledahan tersebut dipimpin Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bone, Andi Satya. Menurut Satya berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan adanya sebanyak 100 warga yang menyetor uang ke kepala desa untuk pengurusan sertifikat tanah.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bone, Andi Satya yang dikonfirmasi RADAR BONE melalui sambungan telepon, Rabu, 19 Juli kemarin mengatakan dugaan pungli yang dilakukan kepala desa masuk dalam tindak pidana penyalahgunaan wewenang.

“Disangkakan melanggar Pasal 12a, b, e Undang-undang tindak pidana korupsi,” katanya.
Dia menambahkan, oknum kepala desa tersebut bakal ditetapkan tersangka, Kamis 20 Juli hari ini.

“Tadi rencananya ditetapkan tersangka, hanya saja karena malam baru selesai penggeledahan sehingga saya berkoordinasi dengan Kasi Pidsus dan besok (Hari ini) akan ditetapkan status tersangkanya,” tambah Satya.

Kepala Desa Pattiro Sompe, Andi Mappatokkong yang dihubungi melalui sambungan telepon, malam tadi, mengatakan dirinya telah diperiksa terkait kasus dugaan pungli program nasional sertifikat tanah 2007.

“Ya, tadi saya diperiksa soal pungutan biaya prona,” kata Mappatokkong.
Namun demikian, ia membantah telah melakukan pungutan terhadap warganya terkait pembuatan sertifikat gratis tersebut.

”Itu tidak benar, dan tidak seperti itu sebenarnya,”singkatnya.

*

To Top