Kasus Buku PAUD. Penyidik Terbang Ke Yogyakarta Periksa Perusahaan Penerbit – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kasus Buku PAUD. Penyidik Terbang Ke Yogyakarta Periksa Perusahaan Penerbit

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE— Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone mengirim penyidik ke Yogyakarta, untuk memeriksa penerbit buku PAUD, CV Dipo Mulyo.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi mengatakan, keterangan penerbit dibutuhkan, sebelum penyidik menetapkan tersangka atas kasus pengadaan buku PAUD yang disinyalir melibatkan pejabat di lingkup bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

“Kita sementara kirim penyidik ke Yogyakarta untuk memeriksa pihak penerbit,” ungkap kapolres. Selain itu, penyidik kata kapolres, juga akan memeriksa saksi ahli dari Kemerinterian Pendidikan.
“Untuk gelar perkaranya, dilakukan di Mapolda Sulsel sekaligus rilis tersangka dan langsung ditahan,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel turun tangan memback up kasus pengadaan buku TK yang diduga melibatkan pejabat PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Proses gelar perkara hingga penetapan tersangka, akan dilakukan di Mapolda Sulsel.

Polda Sulsel menaruh perhatian serius terhadap penanganan kasus buku yang menyebabkan kerugian negara hampir Rp5 miliar. “Saking seksinya ini kasus, Polda bahkan minta data seluruh daerah yang punya program yang sama,” ungkap kapolres.

Kadarislam mengaku, Polda sifatnya hanya memback up. Untuk penanganan kasus ini, tetap menjadi tanggungjawab penyidik Polres Bone. Sementara Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH mengaku, pihaknya masih menunggu data-data dari penyidik terkait kasus pengadaan buku ini.“Belum ada info yang masuk soal itu,” singkat Dicky.

Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas pengadaan buku ini. Termasuk kata Suaedi, mengungkap aktor intelektual yang menikmati aliran dana pengadaan buku itu. “Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Jangan pandang bulu,” tegas Suaedi. Diketahui, Kasus ini mencuat setelah sejumlah kepala TK membeberkan fakta pengadaan buku itu.
Salah seorang Kepala TK, Syamsuriawati mengaku buku dibeli dengan harga Rp175.000 per paket untuk satu siswa dengan harga satuan Rp17.000.
“Sebenarnya sekolah bisa mengadakan buku sendiri melalui dana itu, jika seandainya tidak dikoordinir,” jelasnya.

Ia juga mengaku telah diperiksa terkait pengadaan buku itu. Ia diperiksa terkait adanya beberapa nama kepala sekolah dengan tanda tangan berbeda dan juga stempel berbeda.
“Kalau dari pemeriksaan kemarin yang ditanyakan tidak ada terkait harga, namun terkait adanya nama dengan tanda tangan dua jenis. Begitupun dengan stempelnya pada pengadaan buku tersebut, dan saya menjawab sesuai keadaan yang ada, dalam artian tidak ada yang saya tutup-tutupi,” bebernya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top