Kasus Swakelola DLH. Asmar Arabe Kembalikan Kerugian Negara, Penyidik Ragu Tetapkan Tersangka – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kasus Swakelola DLH. Asmar Arabe Kembalikan Kerugian Negara, Penyidik Ragu Tetapkan Tersangka

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah merilis kerugian negara dari kasus dugaan korupsi anggaran swakelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone. Kasus ini menyeret nama Asmar Arabe yang kala itu menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Dari hasil audit BPK, total kerugian negara mencapai Rp550 juta. Meski BPK telah merilis jumlah kerugian negara, namun penyidik terkesan ragu menetapkan Asmar Arabe sebagai tersangka. Itu karena Asmar telah mengembalikan kerugian negara tersebut ke kas daerah.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muh Pahrun mengaku, pengembalian kerugian negara tersebut, menjadi pertimbangan penyidik nantinya untuk menetapkan status tersangka atau tidak terhadap Asmar Arabe.
Apalagi lanjut Pahrun, hingga saat pengembalian kerugian negara tersebut, status Asmar masih terlapor. “Jadi belum tersangka yah. Karena sehari setelah hasil audit dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) keluar, Asmar langsung melakukan pengembalian kerugian negara. Dan saat itu, status Asmar masih terlapor,” jelasnya. Ia menegaskan, status Asmar tergantung dari hasil gelar perkara. “Jadi, tersangka atau tidaknya yang bersangkutan, tergantung dari hasil gelar perkara nantinya,” tukasnya.

Praktisi hukum, Syamsul Anas menegaskan, meski sudah ada pengembalian kerugian negara, namun itu tidak bisa menjadi dasar penghentian perkara korupsi. “Penyidikan tetap harus berjalan. Karena jika ini dihentikan, jelas bertentangan dengan pasal 4 Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pasal ini menyebutkan pengembalian uang tidak menghapus tindak pidananya,” jelasnya.

Syamsul menjelaskan bahwa pengembalian kerugian negara itu hanya memengaruhi besar-kecilnya hukuman yang akan diterima. “Jadi kalau alasannya pengembalian kerugian negara sebelum ada penetapan tersangka, berarti ada indikasi kasus ini mau dihentikan,” ujarnya curiga.

Ia menegaskan,unsur dari perbuatan korupsi bukan pada kerugian negara. “Unsur korupsi terpenuhi jika ada perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Jadi ada atau tidak ada pengembalian kerugian negara, sepanjang ada perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, maka itu terpenuhi unsurnya (Ditetapkan sebagai tersangka),” kuncinya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top