Kejari Limpahkan Tiga Kasus Korupsi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kejari Limpahkan Tiga Kasus Korupsi

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB–Kejaksaan Negeri Bone telah melimpahkan tiga berkas kasus tindak pidana korupsi ke Pengadilan Tipikor Makassar. Ketiga kasus tersebut, yakni kasus Dana Bimtek KPU Bone, Kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Kasus Penggelapan Dana Pelanggan PDAM Bone.

Ada tiga tersangka dalam kasus Bimtek KPU Bone yang merugikan negara sekira Rp130 juta. Kemudian kasus dana pelanggan PDAM Bone merugikan negara Rp600 juta dengan melibatkan dua tersangka. Sedangkan kasus BSPS yang merugikan negara Rp800 juta juga melibatkan tiga tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bone, Abdul Malik SH mengatakan saat ini JPU menunggu jadwal sidang dari majelis hakim. “Untuk siang ini kita tunggu jadwal dari hakim,” katanya.

Malik menambahkan ketiga kasus tersebut ditangani dalam tahun yang berbeda. “Perkara BPSP tahun 2014. Sementara perkara KPU 2012 dan PDAM Unit Biru 2016,” jelasnya.

Terkhusus kasus dugaan penggelapan dana pelanggan PDAM Unit Biru melibatkan Mantan Kepala Unit, Andi Singkeru sebagai tersangka. Pria ini tidak melaporkan 59 sambungan baru ke kantor pusat PDAM. Setiap sambungan liar tersebut dimintai biaya Rp2 juta. Sebagai pimpinan di Unit Pelayanan PDAM Biru, pria yang akrab disapa A Tato ini juga dinilai ikut bertanggungjawab dalam kasus yang menyeret anak buahnya Nursiha tidak yang melakukan penyetoran pembayaran rekening air dalam kurun waktu 2010-April 2015 sesuai tagihan.

Nursiha cuma menyetor uang sebesar Rp770 juta ke kas PDAM. Padahal sejatinya, dia menyetor sebesar Rp1,6 miliar. Sehingga perusahaan mengalami kerugian Rp876 juta dari rekening air.

Kemudian tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Swakelola Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Tahun 2013, yakni Sanatang, Nilawati dan Adi, diduga sebagai penyalur material, namun jumlah yang disalurkan tidak sesuai dengan semestinya, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp800 juta.

To Top