Kejari Mulai Selidiki – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kejari Mulai Selidiki

Kasus Taman Teknologi Pertanian Wollangi

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Kejaksaan Negeri Watampone me-nunjukkan keseriusannya dalam mengusut kasus Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Wollangi Kecamatan Barebbo.
Kepala Kejaksaan Negeri Watampone, Muh Natsir Hamzah, SH mengakui telah memeriksa saksi terkait kasus tersebut. Namun demikian, Natsir masih enggan membeberkan siapa-siapa yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Alasannya, kasus masih dalam tahap penyelidikan.
“Ada dipanggil tapi belum bisa diberitakan namanya. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah, SH meminta kepada Kepala Kejaksaan Ne-geri Watampone, Muh Natsir Hamzah, SH agar melaporkan langsung perkembangan pene-lusuran proyek bernilai belasan miliar itu kepada dirinya.
“Infonya baru kami ketahui, makanya saya minta Kajari laporkan apa yang terjadi di lapangan apakah ada indikasi korupsi, kolusi atau pembangunan yang tidak sesuai spek,” tegas Hidayatullah SH, didampingi Kajari Watampone, Muh Natsir Hamzah SH saat dikonfirmasi RADAR BONE usai membuka pertemuan Konsultasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulsel di Kantor Kejaksaan Negeri Watampone Jl Yos Sudarso, Rabu 23 Maret lalu.
Menurut dia, semua data pendukung harus dihimpun. “Dan jika memang faktanya ada seperti itu, maka akan kami turunkan tim khusus untuk melakukan pengusutan,” tegasnya.
Lebih lanjut Hidayatullah mengungkapkan setiap Kejari telah membentuk Pusat Pelayanan Pelaporan Masyarakat.
“Semua laporan masyarakat akan diterima, dikaji dan ditelaah. Dan jika memang ada fakta mendukung ke arah korupsi, pasti ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Taman Tekonologi Pertanian yang pertama di Bone itu diba-ngun tahun 2015 dengan luas areal sekira 19 hektare.
Proyek ini berada di bawah naungan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel.
Proyek ini mendapatkan kucuran dana APBN senilai belasan miliaran rupiah, untuk pembangunan gedung hingga alat pertanian melalui kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Khusus untuk Pembangunan TTP yang dilakukan 15 September hingga 14 Desember 2015 lalu dianggarkan Rp2.852.000.000. Dana sebesar ini digunakan untuk pembangunan beberapa item kegiatan, mulai dari bangunan workshop atau saung pelatihan, kandang sapi dan digister biogas kapasitas 7 ekor sapi, kolam, gapura, screen house, tower dan sprinkle, gudang alsintan, kandang itik dan lainnya.
Pekerjaan yang ditangani PT Dian Ahmaely Permata Hati dengan konsultan pengawas CV Yuda Pratama Konsultan dinyatakan rampung sejak Desember tahun lalu.
lherman/usmansommeng

To Top