Kejari Sinjai Cium Aroma Gratifikasi Pembangunan Patung Kuda – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kejari Sinjai Cium Aroma Gratifikasi Pembangunan Patung Kuda

Ilustrasi

PENULIS : LUKMAN SARDY

SINJAI, RB–Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai, tengah mengusut dugaan perbuatan melanggar hukum pembangunan proyek di dua dinas di Kabupaten Sinjai.
Kedua proyek yang tengah dibidik kejari, yakni pembuatan patung kuda yang merupakan proyek Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) dan pembangunan Puskesmas Bulupoddo yang merupakan proyek Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai.

Kasi Intel Kejari Sinjai, Parawangsa menegaskan, terdapat indikasi perbuatan melawan hukum pada pelaksanaan kedua program tersebut.
Hanya saja, Mantan Kasi Pidsus Kejari Pinrang itu, enggan membeberkan secara gamblang letak kerugian negara atau indikasi perbuatan melawan hukum yang dimaksud.

“Kita akan ekspose dulu kasus ini di Kejati Sulsel. Meliputi proyek pemindahan dan pembuatan patung kuda, kami mencium aroma gratifikasi dan serta kami terus akan memeriksa hasil pekerjaannya dengan menurunkan tim ahli. Sementara untuk pembangunan puskesmas yang ada di Bulupoddo, sudah dipastikan akan ada tersangka, karena kami sudah menemukan ada indikasi perbuatan melawan hukumnya. Secepatnya, akan kita tingkatkan proses hukumnya,” tegas Parawangsa.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai, Muhammad Sumartono, memberikan signal, bahwa ditahun ini akan ada sejumlah kasus dugaan korupsi yang akan ditingkatkan proses hukumnya.
Hanya saja, kajari enggan menjelaskan secara detail, kasus yang dimaksud. Diketahui, Kejari Sinjai selama kepemimpinan Sumartono, menangani berbagai kasus dugaan korupsi. Namun tidak sedikit yang belum jelas hasil pemeriksaannya.

“Tenang aja, yang duluan kami akan beritahu pastilah dinda-dinda semua, itu jika kasus tersebut sudah layak diekspose. Saat ini, kami belum bisa menjelaskan secara rinci,” pungkasnya.
Sementara itu, praktisi hukum, Ahmad Marzuki mengkritik langkah kejari, yang terkesan tertutup dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Sinjai. Ahmad Marzuki bahkan mendesak kejari berbenah dengan menjalankan peran Korps Adhyaksa dengan baik.

*ASKAR SYAM

To Top