Kejari Soppeng Tahan Pegawai Pertanian – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kejari Soppeng Tahan Pegawai Pertanian

Kasi Intelejen Kejari Soppeng A Hairil Akhmad dan Kasi Pidsus Arif Suhartono saat memeriksa sebelum melakukan penahanan terhadap MSA oknum PNS Dinas Pertanian yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana Bansos kegiatan pengembangan UPPO tahun 2015 dan 2016 ,Selasa 14 Maret 2017.(foto Muh.Sumardy)

PENULIS : MUH SUMARDY

WATANSOPPENG, RB– Dari hasil penyidikan yang dilakukan serta temuan sejumlah alat bukti, Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng akhirnya menetapkan MSA sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan terhadap oknum PNS Dinas Pertanian tersebut di Rutan Kelas IIB Watansoppeng sejak Selasa 14 Maret 2017. MSA diduga kuat menyalahgunakan dana Bantuan Sosial (Bansos) pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO)tahun anggaran 2015 dan 2016 dari dana APBN.

Kajari Soppeng Atang Pujiyanto SH MH kepada Wartawan Selasa menyebutkan dari hasil penyidikan penetapan MSA sebagai tersangka setelah penyidik menemukan bukti yang kuat telah memalsukan pertanggungjawaban bansos UPPO tersebut dengan melakukan mark up sehingga mendapat keuntungan ratusan juta rupiah.

Tersangka sebagai Ketua Tim Tekhnis pada pelaksanaan Dana Bansos pengembangam UPPO di Dinas Pertanian semestinya melakukan pembimbingan dan pengawasan pada kegiatan tersebut. Penyidik menjerat tersangka melanggar ketentuan Pasal 2(1), pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.

“Penahanan MSA adalah kasus korupsi ketigakalinya selama Januari-Maret 2017,”kata, kajari. Kasi Intel Kejari Soppeng, A Hairil Akhmad SH bersama Kasi Pidana Khusus Kejari Soppeng Arif Suhartono SH menjelaskan secara rinci kasus yang menjerat MSA – Kasi Pembibitan dan Produk Ternak di Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng.

Dijelaskan, tahun 2015 dan tahun 2016 Kementerian Pertanian RI memberikan dana Bansos kegiatan pengembangan UPPO kepada kelompok tani ternak di Kabupaten Soppeng. Tahun 2015 sebesar Rp1.150.000.000 kepada 5 kelompok tani masing masing Rp230 juta dan tahun 2016 sebesar Rp1.100.000.000 kepada 4 kelompok tani yang memperoleh masing masing Rp275.000.000.-

Pada pelaksanaannya jelas Andi Hairil para Ketua Kelompok Tani Ternak penerima Dana Bansos melakukan kegiatan berupa pembiayaan pembelian pakan ternak dan obat obatan dengan mempercayakan pembeliannya kepada MSA selaku Ketua Tim Tekhnis Pemanfaatan Dana Bansos pengembangan UPPO. MSA memberikan harga pembelian pakan ternak kepada kelompok tani Rp6.000 per-kg untuk pesanan Rp3.000 kg tiap kelompok tani.Dengan demikian MSA menerima dana pembelian pakan dari kelompok tani pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp77 juta dan tahun anggaran 2016 Rp59 juta.

Namun kenyataannya tersangka MSA membeli pakan ternak hanya sebanyak 5.000 kg dengan harga satuan Rp5.000 per-kg sehingga yang dibayarkan hanya Rp25 juta. Atas pembelian tersebut masing masing kelompok tani ternak pada tahun 2015 hanya menerima 1.000 kg. Untuk tahun 2016 MSA juga hanya membeli 1.000 kg dengan harga satuan Rp5.000 per-kg sehingga total yang dibayarkan hanya Rp5 juta atau masing masing kelompok hanya menerima 250 kg pakan ternak.

Hal yang sama dilakukan untuk pembelian obat obatan tahun 2015 dengan menerima dari tiap kelompok masing masing Rp.10 juta atau total Tp.40 juta .Kenyataannya MSA hanya membeli 3 paket seharga Rp15.015.900. Tahun 2016 menerima Rp23 juta namun dibagi rata menjadi 4 paket kemudian diserahkan ke kelompok tani ternak. “Penyidik masih terus mengembangkan aliran dana dari hasil mark’up yang dilalkukan MSA,”tambah A Hairil Akhmad.

To Top