Keluarga Korban Tuntut ONH Dikembalikan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Keluarga Korban Tuntut ONH Dikembalikan

Hj Nurhayati, isteri H Nurdin Palla, salah satu CJH yang ditahan di Filipina menyampaikan harapannya saat ditemui RADAR BONE, Sabtu 27 Agustus 2016.

-Travel PT Aulad Amin Diminta Bertanggungjawab

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Keluarga jemaah calon haji ilegal asal Bone yang tertangkap di Filipina, meminta PT Aulad Amin bertanggungjawab. Mereka menuntut ongkos naik haji (ONH) yang telah disetor dikembalikan. Karenanya, mereka berharap rekening pemilik travel tersebut, H Nasir dan Hj Rahmawati diblokir.

Kedatangan Tim Bareskrim Mabes Polri di Wajo terkait penyelidikan terhadap PT Aulad Amin, travel yang memberangkatkan puluhan CJH asal Bone dan Wajo membawa angin segar bagi keluarga korban.
Namun demikian, mereka juga meminta pihak travel tidak lepas tangan atas tertangkapnya puluhan CJH asal Bone dan Wajo tersebut. Pihak travel diminta bertanggungjawab dengan mengembalikan sebagian ONH yang mereka setor. Pasalnya, keluarga CJH meyakini dana ONH yang digunakan belum banyak, hingga tertangkap di Filipina.

“Saya pasrah dan ikhlas jika suami saya tidak sampai ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji sebagaimana niatnya semula. Mungkin begitu mi sudah digariskan Yang Di Atas,” tutur Hj Sitti Nurhayati, isteri Nurdin Bin Palla, salah seorang JCH ilegal.
Namun pengusaha jual beli hasil pertanian ini berharap pihak pengelola travel dalam hal ini PT Aulad Amin, bertanggungjawab dan mengembalikan sebagian dana ongkos naik haji (ONH) yang telah disetornya.

“Kami minta pengelola travel mengembalikan uang kami biarpun hanya sebagian. Kami mengerti jika sebagian ONH yang disetor telah digunakan sebelumnya ke Fipilina selama lima hari untuk urus paspor. Tapi pasti masih banyak sisanya,” katanya.
Lagi pula, menurut ibu dari tiga orang anak ini, suami-nya tidak kesampaian niatnya menunaikan ibadah haji, jadi sudah semestinya sebagian dana yang disetor dari Rp135 juta dikembalikan.“Kalau perlu buku rekening bu Hj Wati (Hj Rahmawati) diblokir supaya uang kami tetap aman,” kata Sitti.

Pasalnya pengusaha yang juga mengelola Toko Kelontong ini memperkirakan, jumlah uang yang tersimpan dalam buku rekening Hj Rahmawati, pengelola Travel Aulad Amin dalam jumlah banyak. Mengingat jumlah CJH yang dibawa berkisar 60 orang.
“Coba hitungki Rp135 juta dikali 60 orang jemaah. Dan pastinya baru sebagian kecil yang digunakan,” katanya.
Sementara itu Pengelola Travel PT Aulad Amin, Hj Rahmawati yang dihubungi RADAR BONE melalui sambungan te-lepon tak berkomentar atas tuntutan pengembalian dana keluarga CJH tersebut.

Dia hanya menegaskan, jika selama penahanan petugas Imigrasi Filipina dia dan suaminya selalu bersama semua jemaah yang ikut dalam rombongannya.
”Saya tidak pernah pisah dengan mereka dan saat ini sudah tiga hari kami ada di KBRI,” terang Hj Rahmawati saat dihubungi RADAR BONE, Senin 29 Agustus kemarin.
Isteri H Nasir ini pun menceritakan, saat ini masih berada di Kantor Imigrasi Filipina, dia dan semua JCH yang dibawanya tidak bisa melakukan komunikasi dengan keluarga. “Karena semua hape kami disita,” bebernya.

Pengusaha terkenal di Wajo ini mengatakan pihaknya sudah menghubungi semua keluarga JCH agar tetap tenang.
“Pemerintah Filipina tinggal melengkapi data-data de-ngan menginterogasi kami, makanya belum diizinkan pulang,” katanya.
Terkait penanganan kasus itu sendiri, dua orang penyidik dari Bareskrim Mabes Polri telah turun langsung ke lokasi.
“Penyidik Bareskrim meminta keterangan dari penjaga Toko di Aulad Amin karena pengelolanya ada di Filipina. Penyidik juga meminta kete-rangan dari keluarga korban,” kata AKBP Noviana Tursanurrohmad, Kapolres Wajo.

Pimpinan polisi di Wajo ini menegaskan sejak travel itu ditengarai bermasalah, maka tidak ada lagi aktivitas terkait haji di travel tersebut.
“Memang rukonya tetap buka tetapi tak ada lagi aktivitas dan berada dalam pengawasan ketat petugas kami,” pungkas-nya saat dikonfirmasi RADAR BONE malam tadi.

*ASKAR SYAM

To Top