Keluarga Rutin Beri Telur, Warga Takut Keluar Malam – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Keluarga Rutin Beri Telur, Warga Takut Keluar Malam

Sungai Tallewo merupakan tempat buaya yang menurut warga setempat merupakan kembaran manusia yang sering menampakkan diri di pemukiman penduduk. Tak jarang sang buaya naik darat mendatangi rumah keluarganya.

Cerita Lain Dibalik Munculnya Buaya Raksasa di Permukiman Penduduk

Kemunculan buaya raksasa di Dusun Tallewo, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe tetap menimbulkan rasa was-was bagi warga setempat. Padahal sang buaya disebut-sebut sebagai kembaran manusia yang dikenal bersahabat.

HERMAN, Dua Boccoe

Sepanjang sejarah, warga Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe mengaku baru kali ini ada buaya yang naik ke permukiman penduduk. Bahkan terbilang cukup jinak.
Tahun-tahun sebelum-nya jika ada buaya yang menampakkan dirinya di sungai maka warga merasa was-was karena dipercaya akan datang banjir yang maha dahsyat.

Menurut cerita dari warga, buaya tersebut pertama kali muncul dua tahun yang lalu. Selain naik ke permukiman penduduk, buaya yang panjangnya diperkirakan mencapai tiga meter itu selalu berada di sungai tak jauh dari pemukiman warga.
Bahkan, di sore hari terkadang menjadi tontonan masyarakat setempat. Sang buaya terlihat berenang di sungai, bahkan biasa mempertontonkan keahliannya dalam memangsa ikan.

“Biasa kalau sore jadi tontonan warga. Buaya itu terkadang menangkap ikan dengan cara menggosok-gosokkan kepalanya ke rumput, ketika ikan lompat langsung diterkam,” tutur Chahril, seorang warga setempat. .
Setelah puas berenang, buaya yang diakui seorang warga sebagai kembaran dari kakeknya itu naik ke daratan pada malam hari.
“Namun tak lama kemudian kembali ke air tanpa diusir. Awalnya memang selalu muncul di dekat rumah Kasir. Namun sekarang pernah muncul juga di jalan tak jauh dari rumah saya,” tambahnya.

Melihat ada buaya yang kerap naik ke darat, tak sedikit orangtua melarang anaknya keluar rumah pada malam hari, karena khawatir akan bertemu dengan buaya. “Kalau jinak ya bisa dikatakan jinak. Namun tidak ada jaminan, jangan sampai nanti warga jalan kaki kemudian menginjak kemungkinan diserang,” tambahnya.
Sementara itu, Kasir, warga yang mengaku memiliki hubu-ngan kekerabatan dengan sang buaya, mengaku sejak dua tahun dirinya mulai berinteraksi dengan sang buaya. Tak jarang, setiap mandi pada sore di sungai, dirinya selalu ditemani oleh buaya tersebut. Kasir kerap mengusap-usap kepala salah satu predator paling mematikan itu.“Setiap sore selalu mandi sama-sama di sungai dan ketika bertemu saya usap-usap kepalanya,” katanya.

Dia menambahkan, setiap sore kemanakannya yang bernama, Randi memberi telur ketika sedang naik ke halaman rumahnya.“Kalau ke rumah biasa diberi telur, dan setelah memakan telur dia kembali lagi ke sungai,” tutupnya.

 

(*)

To Top