Kemenag Bone Dorong Polisi Bertindak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kemenag Bone Dorong Polisi Bertindak

1-Kantor Travel PT Alaud Amin di Jl RA Kartini Sengkang, terlihat masih terbuka seperti biasa. Tak ada garis polisi yang dipasang, meski travel ini dalam pengawasan polisi.

PT Aulad Amin Tak Kantongi Izin Operasi di Wajo

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wajo memastikan PT Aulad Amin, perusahaan travel yang membawa puluhan calon jemaah haji asal Bone dan Wajo ke Filipina, tidak memiliki izin operasional di Wajo. Karenanya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menutup travel tersebut.
Penegasan ini disampaikan Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Wajo, H Suhdi saat dihubungi RADAR BONE, Senin 29 Agustus lalu.

Suhdi mengakui, bahwa travel yang dikelola pasa-ngan suami-isteri H Nasir dan Hj Rahmawati tersebut berada wilayahnya. Namun demikian, dia menegaskan travel yang berkantor di Jl RA Kartini tersebut tidak memiliki izin operasional di Kabupaten Wajo.

“Kami pastikan travel tersebut (PT Aulad Amin) tidak terdaftar,” tegas Suhdi.
Adapun mengenai penutupan travel PT Aulad Amin, Suhdi mengatakan bahwa hal itu merupakan kewenangan polisi. Karenanya dia menyerahkan penegak hukum untuk menutup travel yang telah beroperasi sejak tiga tahun lalu tersebut.

“Yang berhak melakukan penutupan adalah pihak kepolisian bukan Kemenag Wajo. Maka dari itu kami serahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum selaku penindak,” kata Suhdi.
Terkait kedatangan Tim Bareskrim Mabes Polri yang turun menyelidiki travel tersebut di Wajo, Suhdi mengaku belum berkoordinasi. “Sampai sejauh ini kami belum mendapat koordinasi dari pihak kepolisian mengenai keterlibatan travel tersebut. Kemungkinan besar pihak Bareskrim berkoordinasi langsung ke Kementerian Pusat,” tandasnya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bone Drs H Muh Yunus juga memastikan PT Aulad Amin tidak memiliki izin operasi di Bone.  Menurutnya, di Kemenag Bone, baru ada dua travel haji dan umrah yang resmi terdaftar, yakni PT Restindo dan PT Mahabbul Karim KBIH Babusalam. Adapun selebihnya, kata Yunus hanya memiliki izin operasional di Makassar dan Jakarta. Terkait tujuh tra-vel, yang salah satunya PT Aulad Amin yang diduga kuat menjadi dalang ditahannya warga Bone di Filipina itu tidak terdaftar di Kemenag Bone.

“Jadi kami anggap travel tersebut ilegal. Maka dari itu, saya minta masyarakat berhati-hati dalam memilih travel jika ingin mendaftar naik haji dan umrah,” ungkapnya.
Sementara itu Kapolres Wajo, AKBP Noviana Tursanurrohmad menegaskan sejak travel itu ditengarai bermasalah, maka tidak ada lagi aktivitas terkait haji di travel tersebut.

“Memang rukonya tetap buka tetapi travel tidak ada lagi aktivitas dan berada dalam pe-ngawasan ketat petugas kami,” pungkasnya saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin malam 29 Agustus lalu.
Terkait penanganan kasus itu sendiri, dua orang penyidik dari Bareskrim Polri telah turun langsung ke lokasi. “Penyidik Bareskrim meminta keterangan dari penjaga Toko di Aulad Amin karena pengelolanya ada di Fi-lipina. Penyidik juga meminta keterangan dari keluarga korban,” jelas Noviana.

*ASKAR SYAM

To Top