Kemendikbud Beri Lampu Hijau – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kemendikbud Beri Lampu Hijau

Guru Golongan II Sukmawati, S.Pd guru SDN 24 Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat bersama dengan rekannya Hasna berpose bersama dengan Sekjen GTK Kemendikbud seusai mempertanyakan nasib TPG-nya.

Soal Tunjangan Sertifikasi Guru Golongan II

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Tak terima tunjangan sertifikasi-nya ditahan Dinas Pendidikan. Guru PNS Golongan II mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Hasilnya, guru golongan II tersebut dinyatakan berhak menerima tunjangan sertifikasi.

Guru PNS golongan II tak pernah berhenti memperjuangkan pencairan tunjangan sertifikasinya. Dua utusan guru golongan II, yakni Sukmawati Hasnah terbang ke Jakarta menemui Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr E Nurzaman, AM, MSi, MM, Rabu, 31 Agustus lalu.

Keduanya terpaksa menunggu di depan Kantor Kemendikbud RI selama sebelas jam, demi bertemu dengan Sekjen GTK tersebut. Utusan guru golongan II ini nekat menunggu Sekjen GTK, untuk memperjelas nasib mereka yang hingga kini belum menerima tunjangan sertifikasi.

Padahal dalam sebuah wawancara di salah satu TV nasional, Sekjen GTK menyebutkan 1 juta guru bersertifikat pendidik telah disalurkan tunjangan profesinya. Mendengar penjelasan sekjen tersebut, guru golongan II se Kabupaten Bone pun menggelar rapat koordinasi dan mengutus Sukmawati dan Hasnah untuk bertemu langsung dengan Sekjen GTK tersebut.
“Perjuangan kami untuk bertemu dengan sekjen terbilang luar biasa. Saya tiba di Kantor Kemendikbud pukul 09.00 Wita Rabu, 31 Agustus lalu. Nanti kami bertemu dengan pak Sekjen pada pukul 20.30 Wita. Agar teman-teman di Bone tidak kecewa, kami rela menunggu di depan pintu kantor Sekjen GTK dari pagi sampai malam. Kebetulan beliau lagi menghadiri sebuah acara,” ceritanya kepada RADAR BONE, Sabtu 3 September lalu.

Perjuangan utusan guru golongan II tersebut bertemu Sekjen GTK ternyata tidak sia-sia. Menurut Sekjen GTK Kemendikbud, E Nurzaman, guru golongan II berhak menerima tunjangan sertifikasi. Karenanya, dia memerintahkan stafnya bernama Dian untuk melayangkan surat edaran ke daerah terkait pembayaran tunjangan sertifikasi bagi guru PNS golongan II.
“Guru golongan II yang bersertifikat pendidik dan memiliki ijazah S1, dan telah menjalankan tugasnya sebagai guru sesuai dengan mata pelajaran yang diampuhnya dengan syarat 24 jam perminggu berhak dibayarkan sertifikasinya,” kata Nurzaman saat menerima perwakilan guru golongan II asal Bone. Percakapan Nurzaman dengan perwakilan guru golongan II tersebut diabadikan dalam rekaman video yang diperlihatkan guru golongan II tersebut. Bahkan dalam video tersebut, Nurzaman memerintahkan stafnya bernama Dian agar segera me-ngirim surat edaran ke daerah terkait pembayaran tunjangan sertifikasi bagi guru golongan II.

“Saya sangat bersyukur dan merasa puas mendengar penjelasan Sekjen GTK, maka dari itu saya berharap hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Bone agar segera membayar tunjangan profesi kami,” ungkap Sukmawati, isteri perwira Polri yang bertugas di Polda Gorontalo itu.

Dalam pertemuannya dengan Sekjen GTK, utusan guru golongan II juga memperlihatkan kliping koran terkait penolakan disdik membayar tunjangan sertifikasi guru golongan II.
“Sekjen GTK menjelaskan tidak ada kata hangus dalam pembayaran tunjangan profesi guru. Sisa dana yang ada di Kas Daerah bakal menjadi Carry Over atau kekurangan dalam pembayaran, sehingga guru yang belum menerima tunjangan profesinya bakal dirapel secara keseluruhan untuk dibayarkan tahun berikutnya,” beber Sukmawati.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs Nursalam, MPd yang dikonfirmasi terkait perintah pembayaran tunjangan sertifikasi guru golongan II tersebut, menyatakan pihaknya masih menunggu bukti fisik dari Kemendikbud berupa surat edaran. “Kalau hanya bukti video tentu kami tidak bisa menjadikan hal tersebut sebagai dasar, namun kalau memang ada surat edaran yang dikirim ke daerah, kami siap menindaklanjuti secepatnya,” ungkapnya.

Nursalam menyatakan sangat mengapresiasi langkah guru golo-ngan II yang terbang ke Jakarta menemui Sekjen GTK Kemendikbud. Nursalam meng-akui tak mudah untuk bertemu Sekjen GTK. “Kami juga pernah ingin berkonsultasi dengan beliau (Sekjen GTK) terkait persoalan ini, namun beliau tidak ada di tempat, kita hanya diterima oleh stafnya dengan jawaban yang berbeda dengan pak sekjen. Jika beliau memerintahkan kami bayar melalui surat edarannya pasti kami tindaklanjuti,” tegas Nursalam.
Nursalam menambahkan berdasarkan hasil konsultasi dengan BPKP, Sabtu 3 September lalu, pihaknya mendapat penjelasan BPKP, bahwa tidak dibenarkan membayarkan tunjangan sertifikasi guru golongan II. “Jadi kami sangat bersyukur karena guru golongan II juga berinisiatif membantu kami dalam mencari solusi mengenai persoalan ini. Maka dari itu, kalau memang ini dibenarkan oleh Sekjen GTK Kemendikbud, maka kami Dinas Pendidikan Bone siap mempro-ses pembayaran sertifikasi guru golongan II,” ungkapnya.
lagustaparadarbone@gmail.co

*ASKAR SYAM

To Top