Kenaikan Iuran IGTKI Dipertanyakan – Radar Bone

Radar Bone

Pendidikan

Kenaikan Iuran IGTKI Dipertanyakan

WATAMPONE, RB–Kenaikan iuran organisasi Ikatan Guru Taman Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bone dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 dipertanyakan. Karena kenaikan iuran tersebut, dilakukan sepihak oleh pengurus tanpa melalui rapat dan penyampaikan kepada anggota.
Salah satu guru TK yang enggang dikorankan namanya kepada RADAR BONE mempertanyakan hal tersebut. Selain iuran yang meningkat, pembayaran iuran pun langsung dipotong melalui juru bayar gaji Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. “Bayangkan ndi, guru TK di Bone itu berjumlah 505 orang, kalau itu semua membayar iuran Rp5.000 dana yang terkumpul sebanyak Rp2.525.000. Kira-kira mau diapakan dana itu, sedangkan selama ini setiap ada pelatihan peserta sendiri yang dibebani,” tanyanya.
Bahkan dirinya juga meminta agar pembayaran iuran IGTKI langsung ke bendahara pengurus, tidak perlu gaji dipotong melalui bendahara disdik. “Kalau seperti ini terjadi, tentu kami pertanyakan, apalagi jumlahnya meningkat,” paparnya.
Sekretaris IGTKI Kabupaten Bone Hj. Syamsuryani membantah jika kenaikan iuran IGTKI tidak diputuskan melalui rapat. “Iuran dinaikkan menjadi Rp5.000 diputuskan melalui rapat yang digelar pada tanggal 18 Desember 2015, pada waktu itu dihadiri para pengurus cabang, kecuali Kecamatan TRT karena mengingat disana pada waktu itu belum membentuk kepengurusan baru,” paparnya.
Dasar dinaikkannya iuran IGTKI adalah berdasarkan dengan hasil rapat di provinsi. Pada rapat itu iuran pusat dan provinsi dinaikkan, sehingga dengan dasar itu kita naikkan Rp5.000 yang sebelumnya hanya Rp3.000. “Kita naikkan Rp2.000 karena kapan tidak, maka tidak ada dana yang mengalir ke pengurus cabang. Selama ini yang mengalir ke cabang Rp1.200 per kepala dengan iuran Rp3.000, sekarang dengan naiknya Rp5.000, maka Rp2.000 yang disalurkan ke cabang. Intinya dana Rp5.000 itu 10 persen ke pusat, 20 persen ke provinsi, 30 persen kabupaten dan 40 persen cabang,” paparnya.
Juru Bayar Gaji Disdik Dra. Hj. Nurahedah kepada RADAR BONE mengatakan dirinya memotong gaji guru untuk iuran organisasi IGTKI berdasarkan dengan surat penyampaian IGTKI yang telah didisposisi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone yang menyepakati agar pembayaran iuran organisasi dipotong melalui bendahara gaji Dinas Pendidikan Kab. Bone setiap bulannya. “Saya tidak berani ndi melakukan hal itu, tanpa sepengetahuan pimpinan,” tandasnya.

To Top