Kepesertaan Program JKN-KIS Tembus 207 Juta Jiwa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kepesertaan Program JKN-KIS Tembus 207 Juta Jiwa

Saenab (68 tahun), ibu rumah tangga asal Desa Tanete Kabupaten Bone yang ditemui pada saat berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone untuk melakukan penggantian faskes.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah beroperasi sejak 1 Januari 2014, sejak saat itu BPJS Kesehatan telah menjadi andalan keluarga Indonesia dalam memberikan perlindungan kesehatan, khususnya pada saat mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan. Hal tersebut merujuk pada data jumlah kepesertaan Program JKN-KIS yang telah mencapai angka 207 juta jiwa pada 1 Desember 2018. Salah satu peserta yang telah mendaftar pada saat pertama kali PT. Askes berubah menjadi BPJS Kesehatan mengakui hal tersebut.

Saenab (68) ibu rumah tangga asal Desa Tanete Kabupaten Bone yang ditemui pada saat berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone untuk melakukan penggantian faskes Rabu, 05 Desember 2018 mengatakan bahwa BPJS Kesehatan saat ini sudah menjadi kebutuhan utama di keluarganya. Hal ini tidak terlepas dari semakin tingginya biaya pelayanan kesehatan sementara penghasilan semakin tidak menentu.

“Sekarang ini biaya rumah sakit semakin mahal, belum sakit yang tidak bisa diprediksi, kalau tidak punya BPJS Kesehatan kemudian sakit, bisa jadi tabungan yang selama ini dikumpulkan terkuras bahkan bisa sampai habis,” ungkap Saenab.

“Di usia tua seperti sekarang ini, penyakit sering datang jadi mesti selalu sedia kartu BPJS Kesehatan, saya juga sering mengingatkan anak dan keluarga saya untuk tidak lupa membayar iurannya, soalnya repot kalau sudah mau berobat terus menunggak,” tambahnya.

Semenjak terdaftar menjadi peserta program JKN-KIS Saenab beserta keluarga telah merasakan manfaat program ini. Beberapa kali dia bersama suami menggunakan kartunya untuk berobat di puskesmas maupun di rumah sakit tanpa harus membayar biaya pengobatan. Terdaftar sebagai peserta kelas 1 program JKN-KIS dirinya merasa pelayanan yang didapatkan jauh lebih mahal dibanding iuran yang harus dibayarkannya setiap bulan.

“Sebanyak tiga kali suami saya harus berobat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar karena penyakit Paru Obstruktif Kronik yang sudah sejak lama di deritanya. Alhamdulillah sekarang kondisinya semakin membaik. Kalau mau dihitung biaya pelayanan kesehatan yang saya gunakan selama menjadi peserta BPJS Kesehatan jumlahnya mungkin sudah puluhan juta,” terang Saenab.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top