Kepsek Cabul Di Ulaweng Terancam Batal Naik Haji – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kepsek Cabul Di Ulaweng Terancam Batal Naik Haji

Ilustrasi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami Kepala SD Inpres 12/79 Mulamenre’e Kecamatan Ulaweng, SS saat ini. Setelah dirinya ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap muridnya, AS. Kepsek tersebut kini terancam batal naik haji. Diketahui, SS merupakan salah satu calon jemaah haji yang siap diberangkatkan ke tanah suci pada musim haji tahun ini.

Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Bone, Drs H Anwar mengatakan jika calon jemaah haji tersebut tidak diberangkatkan maka porsinya akan digantikan oleh jemaah lain.
“Jika memang dia tidak jadi berangkat atas kasus yang dijalani maka dia akan digantikan oleh porsi lansia, namun kalau dia misalkan sudah melakukan pelunasan akan digantikan oleh cadangan, karena di sini memang telah disiapkan cadangan. Dimana mereka harus melakukan pelunasan dan pengurusan paspor dengan perjanjian bahwa meskipun sudah pelunasan belum tentu akan berangkat tahun ini kecuali ada yang digantikan porsinya,” tutur Anwar.

Lanjut Anwar, meski kepsek tersebut tersandungkasus hukum, namun jika diberikan izin untuk melaksanakan ibadah haji, maka akan tetap diberangkatkan.
“Kalau dia diberikan izin dari pihak yang menangani kasus hukum ini dan telah melakukan pelunasan kami tetap berangkatkan, namun kalau tidak ada izin maka tidak bisa diberangkatkan untuk tahun ini,” jelasnya. Selanjutnya, sambung Anwar jika kepsek bersangkutan telah melakukan pelunasan dan dalam jangka dua tahun tidak berangkat maka secara otomatis akan dikembalikan dananya yang telah di setor.

“Kalau dia sudah melakukan pelunasan dan tidak berangkat dalam jangka dua tahun maka dikembalikan dananya, apalagi memang sistemnya begitu, namun kalau belum pelunasan masih bisa dipakai porsinya kapan saja,” urainya. Diberitakan sebelumnya, seorang murid SD Inpres 12/79 di Desa Mulamenre’E Kecamatan Ulaweng berinisial AS, melaporkan kepala sekolahnya berinisial SS ke Polsek setempat. Sang kepsek dilaporkan dugaan tindak pencabulan terhadap muridnya tersebut.

Informasi dari warga setempat, aksi pencabulan dilakukan tersangka terhadap bocah kelas III SD itu sudah berlangsung tiga kali. Awalnya korban masih tutup mulut karena diancam oleh tersangka. Namun korban akhirnya mengadu ke tantenya sehingga aksi pencabulan ini pun terungkap. “Dari informasi yang saya dapat sudah tiga kali dicabuli, namun baru dilaporkan oleh keluarga korban setelah ada warga yang melihat melakukan aksinya di sekolah,” ungkap seorang warga setempat yang enggan dikorankan namanya.
Lanjut dia, tersangka nyaris celaka jika tidak cepat diamankan polisi.

“Untung katanya cepat diamankan ini kepala sekolah, karena kakek korban sempat mencari pelaku di rumahnya dengan membawa senjata tajam,” jelasnya.
Sementara itu, tersangka SS menyesali perbuatannya. Ia mengaku khilaf atas tindakannya. Apalagi, ia akan berangkat haji tahun ini.
Saat ini, korban juga sudah didampingi

 

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top