Keramba Apung Bandung Barat Siap Tembus Pasar Eropa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Keramba Apung Bandung Barat Siap Tembus Pasar Eropa

RADARBONE. CO.ID–Satu kontainer bernomor polisi B 9479 OJ, berwarna putih biru, bermuatan Keramba Jaring Apung (KJA) buatan salah satu perusahaan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat diberangkatan ke Republik Rakyat China (RRC).

KJA Offshore Submersible dengan brand AquaTec milik PT Gani Arta Dwitunggal, produsen peralatan kelautan dan perikanan perdana menembus pasar ekspor luar negeri ke Provinsi Hainan, China.

“KJA Offshore Submersible miliknya memiliki keunggulan dibandingkan KJA buatan Eropa yang masih dianggap mahal dan tidak fleksibel. Dimana, KJA AquaTec lebih murah, mudah dipasang oleh pembudidaya dan memiliki kecepatan untuk tenggelam dan timbul kembali ke permukaan,” kata President Director PT Gani Arta Dwitunggal, Budiprawira Sunadim kepada wartawan, di kantor PT Gani Arta Dwitunggal, Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 17 Juni 2017.

Produk dalam negeri, dari Kabupaten Bandung Barat memiliki teknologi yang pertama di Asia Tenggara ini diklaim memiliki keunggulan dari KJA yang berasal dari Eropa. Saat ini, teknologi tersebut telah dipesan oleh salah satu perusahaan swasta di Provinsi Hainan, China.

Budiawan mengungkapkan, produk yang sudah banyak digunakan di dalam negeri tersebut dianggap cocok dengan daerah di sana karena pada akhir Juli mendatang diprediksi akan terjadi badai Taifun dengan kondisi ombak yang besar.

“Ini pengakuan dunia bahwa produk dalam negeri kita diterima pasar internasional. Harapannya pemerintah bisa memperhatikan produk dalam negeri ciptaan anak bangsa,” ungkapnya.”Keramba ini akan dipasang di Provinsi Hainan-China dan langsung akan menghadapi ombak laut lepas dan akan terjadi badai Taifun pada akhir Juli,” ungkapnya.

Budiawan menuturkan, nilai investasi yang ditanamkan perusahaan China untuk mendapatkan KJA Offshore Submersible AquaTec mencapai USD 90 ribu atau setara Rp 1,5 miliar. Jika proyek pertama berhasil digunakan di China ke depan, perusahaan akan kembali mengimpor KJA Offshore Submersible.

“Harga KJA lebih murah dibandingkan KJA pabrikan Eropa. 8 lubang KJA Offshore Submersible yang dibeli pemerintah dari Norwegia beberapa waktu lalu mencapai angka Rp 45 miliar, sedangkan KJA yang kami produksi dijual dengan harga sepertiganya,” tuturnya.

Poduk AquaTec sendiri memiliki daya tahan hingga 30 tahun. Selain itu, yang lebih membanggakan seluruh proses pembuatan KJA AquaTec, dari mulai penelitian hingga menghasilkan produk dikerjakan oleh anak Indonesia, tanpa bantuan teknologi luar negeri.

Diciptakannya KJA Offshore Submersible AquaTec, dilatarbelakangi kondisi budidaya perikanan di pesisir pantai saat ini yang menggunakan KJA sudah mulai penuh dan jenuh. Sehingga, pihaknya berpikir lokasi budidaya harus mulai pindah ke tempat yang gelombangnya lebih besar di lepas pantai (offshore).

“Kami menciptakan KJA tersebut melalui penelitian dan uji coba yang sudah dilakukan kurang lebih hampir satu tahun di beberapa tempat di Indonesia. Bahan baku KJA Offshore Submersible sendiri berasal dari High Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, kelebihan dari KJA ini fleksibel dengan kondisi cuaca di China yang memiliki musim yang ekstrem seperti badai Taifun membuat KJA yang dibuat harus ditenggelamkan. Kemudian, saat cuaca sudah mulai membaik bisa kembali dinaikkan ke permukaan. Sementara itu, untuk ekspor luar negeri sudah menyasar ke Malaysia, Singapura, Filipina, Afrika dan Kepulauan Fiji.

Budi berharap kepada pemerintah bisa lebih memperhatikan produk-produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk luar negeri. Sebab, sejak Februari 2016 kemarin belum ada produk KJA yang dibeli oleh pemerintah.

Salah satu peneliti di perguruan tinggi swasta, Andi Yuslim Patawari mengungkapkan langkah PT Gani Arta Dwitunggal yang berinovasi menciptakan KJA Offshore Submersible dalam penyediaan teknologi sarana dan prasarana dermaga apung, jukung dan perhubungan patut diapresiasi. Apalagi saat ini akan dilakukan ekspor ke China.


Menurutnya, dari sisi kualitas KJA AquaTec bisa bersaing dengan KJA buatan Eropa. Di mana, keunggulan yang dimiliki adalah pembudidaya bisa dengan mudah memasang sendiri KJA serta waktu timbul tenggelam lebih cepat.

“Produk tersebut diklaim juga menjadi yang pertama di Asia Tenggara,” pungkasnya.

Click to comment
To Top