Kerusakan Jembatan Watu Kian Parah. Keselamatan Pengendara Terancam – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kerusakan Jembatan Watu Kian Parah. Keselamatan Pengendara Terancam

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemerintah Kabupaten Bone tak boleh tinggal diam atas kondisi Jembatan Watu, Kecamatan Cenrana. Satu persatu warga nyaris celaka, terjebak pada lubang jembatan.

Seorang ibu bersama bayinya nyaris celaka saat melintas di Jembatan Watu. Ia nyaris terjatuh ke sungai saat kendaraan yang ditumpangi terjebak pada lubang jembatan yang menganga. Informasi ini diunggah ke facebook oleh pemilik akun bernama Abby La Tenri Puliri, Minggu, 2 Desember lalu sekira pukul 19.17 Wita.

“Jembatan Watu yang ada di Kecamatan Cenrana sudan menelan korban. Seorang ibu dan bayinya yang hampir kecebur di sungai. Dimana nurani Pemerintah Kabupaten Bone. Sangat tidak peduli terhadap masyarakat. Haruskah ada korban meninggal baru peduli,” tulis Abby disertai postingan gambar seorang ibu menggendong bayinya yang nyaris celaka tersebut.

Beberapa jam kemudian, Abby kembali memposting gambar sebuah minibus berwarna biru yang bannya terperosok pada lubang jembatan. Selanjutnya, pada hari yang sama, pemilik akun lainnya, Elvi Aufklaru juga mengunggah gambar minibus yang terjebak pada lubang saat melintas malam di Jembatan Watu. Pada gambar itu terlihat mobil tak bisa bergerak karena bannya masuk ke dalam lubang yang menganga.

“Astagafirulllah, barusan saya share tentang Jembatan Watu, Cenrana yang rusak parah. Tiba-tiba saya pun jadi korban. Kayaknya sudah trauma lewat situ. Tasseleng-selengnga pak bupatiku sayang. Stop lewat jembatan Watu!,” bunyi status Elvi.

Seorang warga setempat, Hasan yang dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan parahnya kerusakan pada Jembatan Watu.  “Jembatan itu (Watu) sudah rusak parah, bahkan sudah dua bulan terakhir kondisinya memprihatinkan, namun tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah,” kata Hasan, seorang warga Desa Nagauleng.

Sejauh ini, kata Hasan perbaikan jembatan hanya bersifat tambal sulam. Akibatnya, perbaikan tak bertahan lama dan jembatan rusak kembali. “Jembatan tersebut pernah diperbaiki namun hanya dibagian rusak saja diganti.

Jembatan itu setiap tahun mengalami kerusakan,” beber Hasan. Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, kata Hasan, warga makin takut melintas. Hanya saja, warga tak ada pilihan, karena jembatan ini merupakan akses utama.

“Apalag sekarang musim hujan, pasti ada lagi jatuh, karena kalau dibiarkan seperti itu, jembatan tersebut lama kelamaan tidak bisa difungsikan,” kata Hasan.

Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM yang dikonfirmasi terkait kerusakan Jembatan Watu, menyatakan dirinya telah mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bone untuk memperbaiki Jembatan Watu. “Kami telah mengintruksikan Dinas PUPR untuk memperbaiki sambil menunggu anggaran perbaikan berikutnya. Karena kalau untuk diganti secara total tentu tidak bisa langsung dianggarkan, karena membutuhkan biaya miliaran rupiah. Olehnya itu untuk sementara ini kami perintahkan Dinas PUPR memperbaiki yang rusak sambil menunggu pencairan anggaran pembangunannya,” tegas Ambo Dalle.

Diakui Ambo Dalle penyangga jembatan dinilai masih kuat, sehingga yang perlu dibenahi adalah bagian jembatan rusak.  “Karena jembatan tersebut masih kuat dan masih bisa difungsikan. Hanya saja kayunya sudah kalah sebagian dan itu harus diganti. Tahun depan jembatan tersebut harus diperbaiki dan dicarikan kayu yang agak lebih kuat,” katanya.

Ambo Dalle mengakui Jembatan Watu kerap rusak karena dilewati oleh kendaraan bertonase besar. “Sebenarnya jembatan itu tidak boleh dilewati kendaraan yang berbeban berat, tapi selama ini biasa juga dilewati mobil pengangkut pasir, sehingga itu yang menyebabkan cepat kalah,” kunci dia.

Sementara itu, pihak Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bone menyatakan untuk membangun kembali Jembatan Watu dibutuhkan anggaran sebesar Rp15 miliar. Karenanya pembangunan jembatan tersebut, Dinas PUPR mengajukan usulan bantuan dana ke pemerintah pusat.

“Kami telah memfasilitasi untuk dibangun. Hanya saja anggarannya belum ada. Kami telah mengusulkan ke pusat sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan tahun ini. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan turun dananya,” kata Jibang, Kabid Jembatan dan Jalan.

Diakui Jibang, pemerintah daerah tak mampu membiayai pembangunan Jembatan Watu karena memerlukan dana besar. “Semua dokumen untuk pembangunannya sudah lengkap. Rancangannya itu panjang jembatan 72 meter. Memang cukup panjang sehingga membutuhkan dana cukup besar,” beber Jibang.

Jembatan Watu merupakan penghubung utama beberapa desa di Kecamatan Cenrana. Tak hanya warga Cenrana yang memanfaatkannya. Warga asal Wajo juga kerap melintas di jembatan ini saat hendak ke Kota Watampone.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top