Kinerja Sembilan SKPD Lamban – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Kinerja Sembilan SKPD Lamban

Tanjung Pallette bisa mendongkrak PAD jika ikon wisata Bone ini dikelola maksimal.

Realisasi PAD Baru Capai 42%

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) masih tergolong rendah. Memasuki bulan Juli, pencapaian PAD belum mencapai separuh dari target. Masih ada sembilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dari 17 pengelola PAD yang realisasinya di bawah 50%.Berdasarkan data realisasi penerimaan PAD yang dilansir Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) per tanggal 1 Juli 2016, realisasi PAD dari 17 SKPD pengelola baru mencapai 42%. Dengan perincian target PAD tahun ini sebesar Rp155.636.249.462, namun yang terealisasi baru Rp67.322.237.231.

Dari 17 SKPD yang me-ngelola PAD, ada sembilan SKPD diantaranya yang rea-lisasinya di bawah 50%. Ke-sembilan SKPD dimaksud, yakni Dinas Peternakan yang ditarget PAD Rp1.050.000.000.  Namun baru terealisasi Rp213.649.500 atau realisasasi 20,36%. Kemudian Dinas PU dan SDA ditarget Rp125.000.000 dan tercapai Rp32.112.300 atau realisasi 25,69%. SKPD lain yang tergolong lamban capaian PAD-nya adalah Disperindag. SKPD ini diberi target Rp600.000.000. Tapi realisasinya baru Rp226.037.500 atau 37,67%. (Selengkapnya lihat grafik). Beberapa SKPD yang tiga tahun terakhir gagal mencapai target PAD, seperti Kantor Kebersihan, Dinas Perhubungan dan Dinas ESDM.

Kini mulai memperlihatkan peningkatan realisasi PAD. Sejauh ini, realisasi penerimaan PAD ketiganya sudah melampaui angka 50% dari target. Bahkan Dinas ESDM sudah over target.
Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Dispenda Kabupaten Bone, A Tifa Armanusa kepada RADAR BONE Selasa 12 Juli kemarin mengatakan realisasi penerimaan PAD masih bergerak naik. Mengingat pemasukan pasca libur lebaran dalam proses penginputan, sehingga belum bisa dibeberkan.

“Setoran Senin 11 Juli lalu, nanti Hari Selasa baru diproses penginputan laporan dari bank. Makanya persentasenya masih dari awal Juli. Nah, tentu sampai hari ini sudah ada perkembangan, hanya saja belum bisa dipublikasikan, karena masih sementara proses penginputan,” jelas Tifa.

Namun demikian, lanjut dia keadaan sampai dengan awal Juli SKPD yang paling rendah persentase pencapaiannya adalah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone, dimana realisa-sinya baru mencapai Rp2.550.000 dari target sebesar Rp75.000.000. “Sehingga persentasenya baru mencapai 3,40 persen,” bebernya.

Tifa menambahkan sejauh ini tercatat satu SKPD yang sudah rampung pencapaian target PAD-nya, adalah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Dinas ESDM, kata dia ditarget sebesar Rp125.500.000. Namun yang terealisasi sebesar Rp185.200.000, sehingga terjadi over target. “Jadi pencapaiannya 147,57 persen,” kuncinya.

Rendahnya realisasi PAD ini mendapat perhatian serius kala-ngan legislator di DPRD Bone.
Anggota Komisi II, Abulkhae-ri menilai kinerja SKPD lamban dalam merealisasikan target PAD. Sejatinya, kata dia realisasi pe-nerimaan PAD sudah melampaui 50%, mengingat sudah melewati pertengahan tahun.
“Jadi SKPD yang pencapaian masih di bawah 50%, itu tergolong lamban. SKPD pengelola PAD bergerak lambat, sehingga nanti akan bicarakan hal ini di komisi,” tutur politisi Partai NasDem itu kepada RADAR BONE, Selasa 12 Juli kemarin.
Dia menambahkan pihak-nya memanggil SKPD terkait untuk dilakukan evaluasi, sehingga pencapaian PAD bisa lebih digenjot.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir Baharuddin yang berusaha dikonfirmasi tak berhasil. Ponsel yang biasa digunakan saat dikontak malam tadi sekira pukul 21.00 Wita tak diangkat.

*ASKAR SYAM

To Top