Kisah Haruna, Bocah Penderita Nekrosis Lidah Asal Sibulue – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kisah Haruna, Bocah Penderita Nekrosis Lidah Asal Sibulue

Jelang Operasi, Dukungan Masyarakat Mengalir

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Bocah berusia 5 tahun 3 bulan ini tak lagi bisa berkomunikasi dengan lancar. Itu setelah luka pada lidahnya semakin parah pasca jatuh dari mobil yang diparkir. Ia mengalami pembengkakan lidah dan harus menjalani operasi.

Haruna merupakan putra pasangan Rahmat dan Hasma, warga Desa Polewali, Kecamatan Sibulue. Hanya saja, sejauh ini Haruna tinggal bersama neneknya, Sitti Alam setelah ayahnya merantau ke Samarinda. Maklum, di kampungnya Rahmat tak memiliki pekerjaan tetap, sehingga dia pun mengadu nasib ke kampung orang. Namun sejak anaknya dikabarkan terjatuh dari mobil parkir, Rahmat pun menyempatkan pulang ke Bone.

“Pada saat kejadian saya tidak ada di kampung, karena saya pergi merantau di kampung orang untuk menafkahi anak dan istri,” tutur Rahmat saat ditemui penulis di RSUD Tenriawaru Watampone, Senin, 22 Mei kemarin.

Rahmat menuturkan putranya tersebut terjatuh ketika bermain di atas mobil pick up yang tak lain adalah mobil milik pamannya sendiri. Mobil ini sehari-hari digunakan sang paman untuk menjual sayur keliling. Pada saat terjatuh itulah, Rahmat tak sengaja menggigit lidahnya hingga menimbulkan luka.

“Cucu saya ini jatuh dari mobil pada pada saat main, begitulah anak-anak kan ada kue yang tergantung dimobil dia lompat mau ambil itu, tapi hasilnya dia terjatuh,” ujar Sitti Alam, nenek Haruna.
Pasca terjatuh, sambung Sitti, lidah cucunya itu hanya mengeluarkan darah sedikit. Tapi siapa sangka, setelah bermalam lukanya berubah menjadi hitam.

“Pada saat pulang ke rumah, cucu saya ini bilang saya sudah jatuh, tapi sehari setelahnya jatuh baru terlihat hitam lidahnya. Tapi tidak langsung saya bawa ke rumah sakit, karena masih bisa berobat bugis,” katanya.
Setelah muncul bengkak di lidah anak sulung Rahmat-Hasma ini, barulah dibawa ke rumah sakit Dr M Yasin. Dua malam di rumah sakit milik TNI tersebut, Haruna dipindahkan ke RSUD Tenriawaru.

“Pertama saya bawa cucu saya ke rumah sakit tentara, akan tetapi mau dirujuk ke Makassar tapi tempat di sana penuh. Jadi ke rumah sakit ini (RSUD) dulu,” beber Sitti.
Sitti mengakui hanya dirinya yang menjaga Haruna, pasalnya ibunya baru melahirkan.

“Baru hari ini bapaknya tiba dari rantauannya. Dia tidak bisa bilang apa-apa melihat anaknya begini karena memang dia pergi merantau karena tidak ada yang bisa dia kerja dikampung untuk menghidupi anak dan istrinya,” tambahnya.

Humas RSUD Tenriawaru, Ramly mengatakan bocah tersebut dinyatakan menderita nekrosis lidah. “Hasil pemeriksaan dokter, bocah ini menderita nekrosis lidah.
Saraf-saraf lidahnya tak berfungsi baik. Ia akan dirujuk ke Makassar karena tak ada bedah anak di sini, yang ada hanya spesialis bedah,” tutur Ramly kepada wartawan.

Sementara sejak foto Haruna muncul di sosial media, dukungan dari masyarakat pun mengalir.
“Saya lihat foto Haruna di sosial media, katanya mau dirujuk ke Makassar. Jadi hari ini kami langsung ke sini,” tutur

Hasriani, Ketua Pengajian Muslimah Entertaiment Bone yang datang bersama komunitasnya. Bahkan orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tak ketinggalan ikut membesuk sekaligus memberikan bantuan kepada Haruna.
“Semoga selamat ya nak,” tutur Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi, Bupati Bone saat menemui Haruna, kemarin.

Lebih jauh Fahsar mengatakan Haruna menderita penyakit langka, yakni nekrosis lidah.
Menurutnya penyakit ini diderita Haruna sejak lahir. Namun diperparah saat ia terjatuh dari mobil sehingga lidahnya menjadi hitam dan bengkak.

Karena keterbatasan peralatan medis dan dokter ahli, sehingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan dokter ahli.
“Saya sudah instruksikan agar diberikan pelayanan maksimal sampai rumah sakit rujukan, serta memohon doanya semua agar pengobatannya berjalan lancar dan mendapat kesembuhan,” tulis Fahsar melalui akun facebooknya, malam tadi.

(*)

To Top